Kriminal

Polisi Terpaksa Makamkan Mayat Berkelamin Ganda

Polisi Terpaksa Makamkan Mayat Berkelamin Ganda


Laporan Zabur Anjasfianto, wartawan Tribunnews Batam

BATAM, TRIBUN-Belum adanya yang mengaku sebagi pihak keluarga terhadap mayat berkelamin ganda yang ditemukan mengapung diperairan Pulau Manis, Jumat (25/2) lalu. Membuat pihak kepolisan dari Poleskta Belakang Padang langsung memakamkan jasad mayat yang belum diketaui identitasnya itu di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang, Rabu (9/3).

Kapolsekta Belakang Padang AKP Raja Buntat Abbas mengatakan setelah ditunggu hingga 12 hari tidak ada pihak keluarga yang datang mengaku bahwa mayat berkelamin ganda itu adalah anggotanya, akhirnya dimakamkan di TPU Sei Temiang. Hingga kini pihaknya belum mengetahui siapa mayat tersebut dan motif apa dia tewas.

"Kita sudah menunggu kepada pihak keluarganya untuk datang ke ruang jenaza untuk menjemput mayat berkelamin ganda itu. Namun tidak ada satupun yang datang mengaku sebagai keluarganya hingga ditunggu 12 hari,"ujarnya.  

Secara terpisah Kanit Reskrim Polsekta Belakang Padang Aiptu Supardi menyebutkan untuk mencari tahu identitas mayat berkelamin ganda itu, pihaknya telah mendatangi konsulat jenderal Singapura yang ada di Kepri. Kemudian beberapa barang bukti seperti kartu nama dan bukti setoran uang di salah satu Bank yang ada di Singapura ditunjukan.

"Informasi yang didapat dari konsultan bahwa nama dan alamat yang tertera dibukti setoran Bank Hongkong Sanghai ternyata rumahnya sudah kosong dan tidak ada penguhuninya. Kemudian rumah tersebut sudah dipasang seperti garis warna merah dan dibilang sebagai  anggota mafia,"ujarnya.

Sebelumnya, mayat yang diduga warga negara (WN) Singapura ini ditemukan nelayan yang Pulau Manis sekitar pukul 11.30 WIB, Jumat (25/2) yang sedang jalan pulang ke rumah dari mancing. Kemudian langsung dilpaorkan ke Polsekta Belakang Padang.

Mayat yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan dompet disaku celananya. Kemudian sejumlah kartu nama juga ditemukan dari dalam dompet, bukti penyetoran uang ke rekening di Bank Hongkong Sanghai, kartu ATM PosB (Bank) Singapura dan beberapa surat penting yang sudah dibasah.

"Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bahwa mayat tersebut berkelamin ganda. Diperkirakan tewas lebih dari 24 jam dan sulit menentukan apakah akibat tindak kekerasan atau tidak. Karena jasadnya sudah membusuk dan membengkak,"ujar Kaurdokes Polresta Barelang dr Novita, waktu itu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved