Polda Kepri
PSK Liar di Batam Tidak Takut Lagi Dirazia
Maraknya pekerja seksual (PSK) disejumblah lokalisasi liar tidak terlepas dari upeti
BATAM,TRIBUN- Maraknya pekerja seksual (PSK) disejumblah lokalisasi liar tidak terlepas dari upeti yang diberikan kepada salah seorang oknum polisi, bintara. Untuk setiap pekerja yang mencari nafkah dibeberapa lokalisasi itu diminta Rp50 ribu per bulan.
Iformasi yang diperoleh tribun di lapanggan, oknum polisi ini melakukan pungutan liar (pungli) di sejumlah lokalisasi liar yang tersebar di Nagoya, Jodoh dan Baloi. Bahkan selain melakukan pungli terhadap PSK liar ini, Oknum ini juga melakukan pungutan disejumblah bar-bar kecil yang tersebar di daerah Bukit Senyum, Pantai Stres dan Jodoh.
Dari informasi di lapangan, pungli yang dilakukan oknum yang menggunakan sepeda motor RX King warna hitam BP 5xxx EH ini telah berlangsung bertahun-tahun. Awalnya, oknum bertubuh gemuk itu menerima uang itu tidak dengan memaksa. Namun beberapa waktu belakangan ini, oknum ini sudah mulai melakukan pungli dengan cara memaksa.
"Kita mengerti kok. Dia itu polisi, kita tau melanggar aturan. Dari pada diganggu terus bang,"ujar Rena pekerja disalah satu pub dibelakang BCA, Jodoh memulai cerita sepak terjang yang dilakukan oknum polisi dalam melakukan pungli ini, kemarin.
Menurut wanita bertubuh seksi ini, saat ini ia tidak mengerti dengan tindakan oknum anggota ini. Anggota yang kesehariannya bertugas di satmapta Polresta Barelang ini, katanya, sudah tidak ada rasa malu lagi. Oknum ini sanggup untuk menunggu dengan waktu yang lama, tambahnya, untuk mendapatkan jatah ilegalnya itu. Bahkan, ia akan mengeluarkan ancaman untuk mendapatkan jatah ilegalnya.
"Kita mulai tidak nyaman dengan sikap oknum ini bang. Kalau kita salah, apakah tindakan polisi yang mengambil dana pungli dari kita ini dibenarkan juga?," ujar wanita berkulit putih itu dengan manja yang diaminkan oleh belasan rekannya se profesi itu.
Dia mengatakan karena seringnya diancam untuk di razia, para pekerja di lokalisasi liar sudah tidak ada rasa takut lagi. Ternyata ketidak takutan para pekerja ini, katanya, membuat gerah oknum tersebut. Sehingga, oknum ini melakukan tindakan yang lain-lainnya.
"Kok aneh, polisi yang lapor ke RT mengenai lokalisasi liar ini. Terbalik ya bang," ujar cewek berambut ikal itu tertawa terbahak-bahak.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono saat dikonfirmasikan mengenai tindakan oknum yang melakukan pungli ini telah disampaikan ke bidang yang menanganinya.
"Sudah diinformasikan ke Propam untuk di cek. Tolong berikan identitas lengkapnya," ujar Hartono melalui pesan singkatnya kepada wartawan, kemarin.