Polda Kepri
Brigjend Pol Raden Budi Winarso Rela Dicaci Maki
Saya Bekerja Untuk Bangsa Dan Negara
BATAM,TRIBUN- Dipuncak kegiatan memperingati hari ulang tahun (HUT) Polda Kepri ke-6, Kapolda Kepri, Brigjen Pol Raden BW membuat kejutan dengan memaparkan hasil survei mengenai kinerja jajarannya selama menjabat sebagai Kapolda Kepri.
Untuk melakukan survei kinerja kepolisian, khususnya jajaran Polda Kepri, Kapolda mengaku kurang mempercayai kinerja dari lembaga swadaya masyarakat (LSM). Sedangkan hubunggan dengan pihak media di Batam juga tidak dekat. Oleh itu, Polda mempercayakan survei tentang kinerja lembangganya ke lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM) Universitas Batam (UNIBA).
"Saya sengaja pilih yang benar-benar independen, kalau LSM diberi uang banyak, pasti hasilnya baik-baik. Tapi kalau saya gunakan wartawan, saya kurang akrab," ujar Raden memberikan respon hasil kerja tim survei yang dilakukan lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM) Universitas Batam dihadapan ratusan personil di jajaran Polda Kepri di Graha Lancang Kuning, kemarin.
Raden mengatakan hasil survei ini merupakan titik awal untuk melakukan kerja untuk lebih baik. Dan harus ada perubahan yang lebih baik, katanya, hingga dapat tercapai tujuan yang lebih baik. Bahkan dari hasil survei yang di lakukan Uniba, katanya, ia merasa belum puas. Seharusnya penilaian itu benar-benar tidak bagus di katakan, supaya jajaran lebih serius dalam dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.
"Tidak perlu khawatir jika mendapat caci maki. Dan jadikan semua itu, pemicu untuk melakukan yang lebih baik. Saya senang, kalau jajaran saya dikatakan pelayanannya belum bagus. Ibarat pohon yang rindang, kalau tidak sering diterpa angin, pohon itu tidak akan kuat,"ungkap Raden.
Lebih jauh Raden mengatakan, dalam melaksanakan tugas atau program yang dibuatnya, katanya, ia tidak perlu mempublikasikan melalui media koran atau elektronik.
"Saya lebih suka kerja tidak digembor-gemborkan, kerja sedikit korannya sampai dimana-mana. saya lebih suka bukti hasil kerja yang bagus. Masyarakat sendiri yang akan tau nanti. Saya polisi depan masyarakat, melayani masyarakat tidak bertele-tele dan masyarakat merasa di layani. Saya bekerja untuk bangsa dan negara,"beber Raden.
Ngaliman, anggota tim LPPM Uniba secara bertahap memaparkan survei kepuasan masyarkat terhadap kinerja kepolisian di Kepri. Dalam survei ini, katanya, tim LPPM melakukan tiga ruang lingkup penelitian pada masalah mendasar yang berkaitan dengan kinerja pelayanan yang dilakukan personil. Ketiga ruang lingkup tersebut yakni tugas pokok, pelayanan publik dan penanganan tindak kriminal.
"Untuk tugas pokok kepolisian 18 persen responden menilai kinerja polisi buruk dan 32,50 persen baik," ujar Ngaliman.
Untuk pelayanan publik atau adminitrasi pelayanan, katanya, responden berpersepsi yang rendah sekitar 27,20 persen. Dan yang merespon tinggi sebesar 19,80 persen. Dan 53 persen responden nenilai biasa-biasa saja.
Dan untuk ruang lingkup yang terakhir mengenai penanganan tindak kriminal persentase yang buruk sebesar 27,36. Sebesar 27,55 persen, katanya, responden menilai kinerja yang baik. Dan 45,09 persen, responden menilai biasa saja.
"Dalam melakukan survei ini, tim melakukan kajian secara ilmiah. dan secara ilmiah hasil yang dicapai ini sudah respentatif," ujarnya