Rabu, 8 April 2026

Sport

Pebiliar Kepri Siap Bertarung SEA Games XXVI

Pelatih Telat Pun Juga Dihukum

Laporan Candra P. Pusponegoro Wartawan Tribunnews Batam 


BATAM, TRIBUN - Atlet dan pelatih billiard yang sama-sama menjalani Diklat Pembentukan Karakter di Batujajar, Jawa Barat selama dua minggu digembeleng habis-habisan.

Bahkan setiap hari dilakukan olahraga fisik seperti lari, senam, push up, set up, dan kegiatan berat lainnya. Dan kini mereka sudah terbiasa dengan olahraga yang lebih berat dibandingkan ketika berada di pelatnas terdahulu.

Menurut pebiliar nasional asal Batam Kepri, Arun, menjelaskan pelaksanaan pelatnas kali ini memang agak lebih baik dibanding yang lalu. Program latihan sangat teratur, semua yang tergabung dalam kegiatan ini dengan senang hati mendukung sepenuhnya program latihan.

"Ini sekadar contoh betapa ketatnya peraturan yang diberlakukan di pelatnas biliar menghadapi SEA Games XXVI tahun ini di Indonesia. Peraturan tidak saja diberlakukan kepada para atlet, tetapi juga pelatih. Siapapun yang dianggap tidak menepati kesepatan yang sudah disetujui bersama akan dikenakan hukuman," ujar Arun saat dihubungi.

Menurutnya, memang begitulah adanya program latihan tersebut. Bahkan peraturan akan semakin diperketat mulai Maret ini. Hukuman tentunya akan semakin berat dan disesuaikan dengan bentuk pelanggaran.

Apakah para atlet (pebiliar) tidak suka dengan ketentuan tersebut? Ternyata menurut Arun, tidak ada yang protes. Bahkan mereka merasakan adanya kekompakkan, karena peraturan juga diberlakukan kepada para pelatih.

"Semakin kompak dan akrab kami semua disini," imbuh Arun.

Salah satu program utama para pebiliar pelatnas SEA Games adalah melakukan uji coba sebanyak mungkin di berbagai turnamen berkelas. Sudah direncanakan bahwa dalam waktu dekat seluruh anggota pelatnas jenis pool akan dikirim serentak di dua turnamen besar. Artinya seluruh 14 pebiliar pria di nomor pool akan dikirim ke Philippine Open di Manila tanggal 7-14 April 2011 mendatang.

Arun menambahkan, latihan fisik umumnya berlangsung pagi. Sedangkan latihan teknik setiap siang hingga malam. Data ketahanan fisik para atlet bisa dengan cepat diketahui tim pelatih melalui catatan waktu berlari.

Meski sederhana, tetapi cara tersebut ternyata cukup efektif sehingga pelatih bisa menegur langsung para atlet jika daya tahan mereka menurun.

"Program latihan yang tertata dengan baik dan dilatihkan kepada seluruh atlet melalui pertandingan penting di dalam dan luar negeri. Untuk tekad juga sudah ditanamkan dibenak seluruh anggota tim," jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved