Legislatif
Dewan Kepri Targetkan VOA Rata 10 Dollar Amerika
Kelonggaran Visa On Arrival Untuk Tingkatkan Kunjungan Wisman
TANJUNGPINANG ,TRIBUN-
Pemberlakukan visa on arrival sebesar 25 dollar
Amerika bagi wisatawan asing, yang diberlakukan awal Januari 2010 lalu
sempat menuai protes kalangan industry pariwisata. Kini Komisi II DPRD
Kepulauan Riau, bersama Dinas Pariwisata Kepri kembali mencoba minta
kelonggaran.
Rombongan yang dipimpinan Wakil DPRD Kepri, Iskandar tersebut menggelar rapat di Jakarta, yang dipimpin langsung oleh Dirjen Imigrasi, Bambang Irawan, Jumat (8/4). Rapat tersebut digelar untuk menyampaikan masukan, agar VOA (visa on arrival) khusus untuk Kepri ditinjau kembali.
Pada 26 Januari 2010 lalu, ditetapkan VOA bagi masing-masing wisatawan asing yang masuk ke Kepri sebesar 25 dollar Amerika. Untuk kawasan Batam Bintan dan Karimun, ditetapkan masing-masing 10 dollar Amerika.
“Tapi teknis di lapangan jadi kendala,†ujar Rudy Chua, Sekretaris Komisi II. Pasalnya Wisman yang berhak atas VOA 25 dollar tersebut, harus berangkat dalam satu grup dengan minimal empat orang sekali jalan.
Orang tersebut harus berangkat dan pulang bersama-sama. Dengan masa tinggal selama tujuh hari. Hal tersebut sangat merugikan Wisman, karena rata-rata masa tinggal Wisman di Kepri sekitar tiga hari saja. Disamping itu juga harus ada biro perjalanan wisata (BPW) yang menjamin, serta harus mendapatkan ijin dari Kantor Imigrasi.
Jika terus diberlakukan, maka dikhawatirkan kunjungan Wisman ke Kepri tidak akan bertambah signifikan. Pasalnya pada 2010 lalu, kunjungan Wisman ke Kepri hanya meningkat sekitar 6,6 persen saja menjadi 1,7 juta orang. Sekitar 1,5 juta berkunjung ke Batam.
“Kenaikannya tidak terlalu signifikan. Apalagi kalau kita lihat Singapura target kunjungan Wismannya sampai 15 juta orang setahun. Kita yang berbatasan langsung dengan mereka hanya dapat sebagian kecil saja,†jelas Guntur Sakti, Kepala Dinas Pariwisata Kepri.
Memang rata-rata Wisman yang berkunjung ke Singapura, lebih memilih Johor sebagai daerah kunjungan sampingan. Padahal seperti dikatakan Guntur, secara ekonomis kunjungan ke Kepri jauh lebih murah dan menyenangkan. Wisata berbelanja juga tak kalah. Malah sekarang spa cukup diminati.
“Jadi ini jangan dianggap sepele. Lalulintas (wisata) tidak kompetitif. Jadi sekarang bagaimana kita memformulasikan agar Wisman yang 15 juta orang ke Singapura ini, juga mau ke Kepri,†terang Guntur. Meskipun VOA tersebut bukan satu-satunya factor penentu, namun tetap harus diupayakan.