Kriminal
Pencuri Bersimbah Darah Dihajar Massa
Rohim Mencuri karena Dua Bulan Menganggur
Laporan Muhammad Sarih Wartawan Tribunnews Batam
KARIMUN, TRIBUN– Badan Rohim, seorang pencuri kambuhan remuk-remuk babak belur dan terluka parah di hampir seluruh bagian tubuhnya akibat dihajar massa. Ini dialami Rohim setelah aksi mencurinya kepergok pemilik rumah di sebuah pemukiman Bangun Sari Tebing, Jumat (8/5) dinihari, kemarin.
Ketika ditemui Tribun di sel tahanan Markas Polsek Tebing, kemarin, tubuh rohim terlihat memar-memar dan bagian lainnya juga terlihat terluka parah dengan luka sobek di bagian atas wajah. Kedua kakinya juga terperban bekas pukulan benda tumpul.
“Tak tahulah lagi bang, saya sudah tidak ingat lagi berapa kali saya kena hantam, padahal waktu itu saya sudah mengaku salah,†ujar Rohim dengan nafas tersengal sambil memegangi dadanya yang tampak sangat sakit itu dari dalam tahanan kepada Tribun, kemarin.
Aksi sangat tidak terpuji Rohim ini berawal ajakan seorang teman di daerah Baran. Setelah dua bulan tidak bekerja lagi sebagai kuli bangunan di sebuah Proyek Coastal Area, Rohim akhirnya nekat mengikuti ajakan rekan jahatnya itu untuk melakukan tindakan pencurian tersebut.
“Dua bulan saya tidak kerja bang. Terus ketemu lagi dengan kawan lama dan diajak operasi (mencuri). Kebetulan saya tidak ada punya uang, makanya saya ikut saja,†ungkap warga Desa Alai Kecamatan Kundur ini dari balik terali besi.
Sebelumnya Rohim janji berjumpa dengan rekannya di sebuah tempat. Dengan berjalan kaki dia menemui kawannya tersebut dan menggunakan sepeda motor ke kawasan Bangun Sari. Setelah sepeda motor diparkir di kejauhan rumah korban, lalu keduanya mulai mengendap-endap mendekati rumah warga, bernama Tauchid orang tua dari Hendri si pelapor.
Menurut Rohim setelah, dia dan rekannya berhasil masuk ke dalam bagian dapur rumah korban. Dalam keadaan gelap gulita, Rohim berusaha mencari korek api untuk penerangan, sementara rekannya yang sedang dalam pengembangan polisi, sempat makan nasi di dapur tersebut.
“Saat saya sedang mencari korek api, saya lihat kawan saya mengambil makan dan makan di situ,†ungkap Rohim.
Aksi kedua pencuri ini diketahui adik kandung Hendri sebagai pelapor, bernama Yudi yang juga masih tinggal di rumah korban. Lalu Yudi menelepon Hendri yang berbeda rumah agar dapat ikut mengawasi gerak-gerik pencuri yang sudah diketahui Yudi berada di bagian belakang rumah.
Yudi juga membangunkan kakak kandung lainnya, Winarso. Dengan mengendap-endap dan perlahan, akhirnya memergoki dua maling tersebut di dapur. Kedua pencuri langsung kabur melalui pintu belakang rumah yang sudah dipersiapkan untuk kabur jika aksinya kepergok.
Aksi kejar-kejaran antara tiga kakak beradik dengan dua pencuri berlangsung seru. Akhirnya, Rohim yang memilih jalan lewat belakang kebun malah tertangkap dan rekan satu profesi barunya itu, berhasil melarikan diri.
Usai tertangkap, Rohim langsung dibekuk tiga kakak beradik tersebut, dan belasan warga sekitar muncul dan ikut menghakimi massa.
“Sebenarnya saya sudah tidak tega. Saya jagain supaya tidak dipukul lagi, tiba-tiba dari belakang sudah ada yang mukul lagi,†ujar Hendri kepada Tribun di Mapolsek Tebing sebagai usaha bersimpati kepada Rohim.
Tidak beberapa lama kemudian, anggota Mapolsek Tebing datang ke lokasi kejadian dan berhasil mengamankan Rohim dan langsung membawanya ke Mapolsek Tebing. “Untung pak Polisi cepat datang, kalau tidak, bisa tidak selamat dia (Rohim),†ungkap seorang warga.
Kapolres Karimun AKPB Benjamin Sapta melalui Kapolsek Tebing, AKP Rimsyahtono mengucapkan terimakasih dengan tambahan permintaan kepada masyarakat terkait penangkapan aksi Rohim tersebut.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang membantu menjaga keamanan lingkungannya dan menangkap pelaku kejahatan. Tapi kami juga meminta agar jika terjadi kasus serupa tidak lagi main hakim sendiri seperti ini,†ungkap Rimsyahtono.