Kriminal
Pejabat Palsu Gagal Tipu Pejabat Pemda
Pejabat Palsu Gagal Tipu Pejabat Pemda
KARIMUN, TRIBUN – Aksi penipuan yang mengatasnamakan orang tak dikenal sudah tidak lagi mengincar korban kalangan masyarakat umum saja. Penipuan yang mengatasnamakan nama pejabat tinggi di pemerintah pusat juga merambah sampai ke tingkat pejabat di daerah di Jajaran Pemkab Karimun.
Cerita penipuan ini terjadi ketika telepon di Bagian Umum Setkab Karimun berdering. Seseorang dari balik telepon itu mengaku bernama Abdurrahman Patji itu meminta staf di Bagian Umum untuk mengirimkan nama-nama Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) beserta nomor handphone yang dapat dihubungi.
“Tolong kirimkan nama-nama pejabat di Pemkab Karimun dan nomor Hp yang bisa dihubungi ya,” kata seorang staf Bagian Umum, Raja Firman menirukan suara seorang pria di balik teleppm yang mengaku bernama Abdurrahman Patji itu.
Dalam perbincangan telepon dengan Raja Firman itu, Abdurrahman Patji mengaku menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Kapus PKK LIPI), Jakarta.
Raja Firman tak langsung saja mempercayainya. Selanjutnya Firman berkonsultasi dengan Kepala Bagian Umum Pemkab Karimun, Hery Setiono. Selanjutnya Hery menginstruksikan Raja Firman agar si penelepon tak dikenal tersebut, Abdurrahman Patji itu untuk menghubungi nomor teleponnya.
Tak berapa lama, pria yang mengaku mengenal beberapa pejabat penting di Jakarta itupun mengontak nomor ponsel Hery. Kepada Hery, pria di balik telepon yang diduga Hery sebagai pejabat gadungan itupun mengaku pihaknya telah mendapat bantuan dari Bank Dunia dan kerjasama dengan salah satu operator seluler untuk pengadaan bantuan perangkat telekomunikasi.
Tujuan penawaran bantuan itu berupa berupa perangkat penguat signal telekomunikasi dan bermanfaat mengurangi biaya pulsa. Menariknya, saat menyebut Bank Dunia, tiba-tiba penipu menyebut juga dana bantuan dari IMF. Semakin terdengar tidak karuan, Hery balik bertanya, “Itu bank dunia atau IMF?" ujar Hery yang ketika ditelepon berada di depan sejumlah wartawan.
Hery tampaknya sudah memahami sedang dipermaikan seorang penipu/ Sejurus kemudian, Hery kembali mempermaikan penelepon gelap tersebut dengan meminta agar diberikan penjelasan dan kerjasama resmi kepada Pemerintah Kabupaten Karimun.
Mendapat tantangan tersebut, pria yang mengaku Abdurrahman itu langsung menolaknya. Dia beralasan kalau program bantuan tersebut sangat mendesak. “Kalau tidak mau menyerahkan nama Kepala SKPD dan nomor teleponnya, kami akan alihkan bantuan (perangkat alat telekomunikasi) kepada pemerintah kabupaten lain,” ujar pria penipu berlogat salah satu daerah asal Sumatera itu.
“Bapak katanya Kepala Pusat LIPI, tapi kok malah mengajarkan administrasi yang tak benar kepada kami di pemerintahan di sini,” tandas Hery dengan nada geli. Tak lama-lama merasa dibohongi, akhirnya Hery memberikan keputusan mengakhiri percakapan tersebut.
“Anda banyak yang salah. Anda tak lulus (jadi penipu). Berarti tak jadilah kami fax (nama-nama Kepala SKPD Karimun serta nomor teleponnya). Sudahlah tidak usah menipu lagi pak,” ujar Hery dengan nada nasehat kepada si penelepon.
Hery mengaku pernah mendapatkan telepon serupa yang meminta nomor seorang pengusaha penting di Karimun. Karena merasa curiga, dia memberikan nomor ponsel satunya. “Saat ditelepon balik, penelepon itu tidak sesuai tujuan semula,” ungkapnya.
Waspada terhadap penelepon penipuan seperti ini diharapkan dapat menjadi perhatian rekan pejabat lainnya. Motifnya, kata Hery, agar mendapatkan data-data pejabat untuk tujuan yang tidak baik. “Biasanya penipu yang meminta nomor telepon pejabat itu bertujuan untuk menipu lagi,” tandas Hery.