Bangun Nak, Bangun, Jangan Pergi.. Tragis Siswi SD Disambar Petir
Asep tidak sanggup menutup kesedihannya, ia terus menangis berurai air mata
Laporan Nazar, Wartawan Tribun Batam
BATAM, TRIBUNNEWS - Hingga berita ini ditulis, jenazah Eka, korban tersambar petir itu masih terbaring di ruangan mayat RS Cassa Medical Mukakuning (RSCM), Kamis (21/04/2011).
Pantauan tribun di RSCM, suasana duka menyelimuti keluarga besar Asep Komarudin ayah korban (Eka).
Isak tangis menggema di ruang mayat RSCM. Asep tidak sanggup menutup kesedihannya, ia terus menangis berurai air mata. Sekali-kali dari mulut Asep keluar kata-kata penyesalan dengan kejadian yang menewasakan putranya itu.
"Bangun nak, bangun, jangan pergi," itulah yang terucap dari mulut Asep dalam tangisan kala itu.
Peristiwa tewasnya siswa SDN04 yang tersambar petir itu sempat membuat suasana di lokasi kejadian heboh. Puluhan oarang tua yang merasa anakanya sekolah di SDN 04 berbondong-bondang mendatangi lokasi kejadian untuk mencari tahu keberadaan anak mereka masing-masing.
Sementara keluarga Adbul Aziz ayah Alif korban yang selamat juga tampak shok dengan kejadian itu. Namun, mereka tetap bersyukur karena anaknya, Alif selamat dari sambaran petir itu.