Hari Kartini

Kapalas Baloi Tegas Larang Tahanan Berhubungan Intim

Permintaan Hubungan Intim Tinggi...

Kapalas Baloi Tegas Larang Tahanan Berhubungan Intim
Tribunnewsbatam / ucu rahman
Tahanan di Rutan Barelang. Foto Ilustrasi
Laporan Nazar, wartawan tribunnewsbatam.com

BATAM,TRIBUN - Permintaan untuk diberi waktu agar bisa berhubungan intim dari pasangan suami/istri yang sah dan sedang dipenjara lumayan tinggi. Hal itu dikarenakan suami atau istri mereka dipenjara untuk waktu yang lama.

Sutrisman, Kepala Lapas IIA Batam, mengatakan, permintaan itu memang tinggi dari pasangan istri atau suami yang sah agar bisa bertemu (dalam ruangan tersendiri). Namun, pihak Lapas tidak memberi toleransi sedikitpun.

"Memang permintaan itu tinggi. Tapi, kita tak bisa memenuhi permintaan itu. Sabarlah sampai istri atau suaminya bebas. Dimanapun itu tak ada aturan yang membolehkannya. Jadi saya tidak beri izin," ujarnya kepada wartawan di Lapas IIA Batam, kemarin (21/4).

Memang, kata dia, jika dipikir secara pribadi, tidak haknya untuk memisahkan suami istri yang sah, termasuk melarang berhubungan intim. Sebab, mereka sudah diberkati dan berjanji tidak akan terpisahkan. Namun karena aturan tak ada yang mengizinkan, ia tetap tak bisa memenuhi permintaan itu. Ia juga menegaskan  tidak akan menyediakan ruangan untuk itu.

"Nanti dikira ada apa-apanya. Aturan tetap dijalankan," tegasnya.

Memang, kata dia, tidak mudah bagi pasangan suami istri yang sah harus berpisah untuk waktu yang cukup lama termasuk untuk anak-anak mereka. Tapi untuk melepas kerinduan, mereka bisa menjenguknya di Lapas.

Ani (minta namanya disebut demikian), seorang warga binaan di Lapas IIA Kota Batam, mengatakan, selama di penjara, ia memang memikirkan saat-saat bahagia bersama anak dan suaminya, termasuk keinginan untuk hubungan intim.

Tapi itu tak berlangsung lama. Sebab, ia harus merelakan suaminya menikah lagi dengan wanita lain. Tiga bulan sejak masuk sel, ia dan suaminya cerai. Saat ini, suaminya sudah menikah lagi dan anaknya tinggal sama neneknya.

"Kalau suami yang masuk penjara, kami masih bisa menahan diri. Kami akan tetap menjenguknya ke penjara. Tapi kalau istri yang dipenjara, laki-laki langsung nikah. Padahal, saya dipenjara ini karena keluarg juga. Sebenarnya, hidup untuk kami ini tidak adil," katanya sedih.

Warga binaan lainnya juga mengaku serupa. Sejak pengadilan memutuskan masa tahannya cukup lama, suaminya langsung pulang kampung dan sudah setahun tak ada kabar. Sehingga tidak ada lagi yang menjenguknya.

"Saya juga tak bisa lihat anak lagi. Saya tak tahu apa bapaknya sudah nikah lagi atau tidak," katanya.

Dikatakan Sutrisman, hidup di penjara sangat susah. Sebab, harus duduk dan tidur bertahun-tahun di ruangan sekecil itu.

"Coba tidak keluar rumah satu minggu. Tahan tak? Pasti tak tahan. Itu belum seberapa dibandingkan dengan mereka yang ditahanan. Jadi jangan coba-coba masuk sel," imbaunya

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved