Kriminal

Tersangka Pembunuhan Menangis Kangen Mamak

Tersangka Pembunuhan Menangis Kangen Mamak..

Laporan Ucu Rahman, wartawan tribunnews batam

 BATAM, TRIBUN - Nasib empat orang tersangkapembunuhan atas diri Dedi (22) Asun, Akeng, Amad dan Acam bagai diunjung tanduk. Keempatnya pasrah dengan ancaman hukuman yang akan ia terima nantinya. 

Dibalik sel tahanan Polsek Sagulung, Kamis (21/4) keempat tersangka sementara mendekam. Wajah kecemasan terlihat dibalik raut muka. Senyuman kecut terkadang terlihat meski tahanan lain mencoba menghiburnya. Asun dan Akeng terutama, keduanya harus menerima hukuman lebih berat dari dua tersangka lainnya Amad dan Acam. 

"Kabar saya baik bang. Sudah ada saudara yang datang kesini. Semalam tidak bisa tidur, pikiran saya masih terbayang istri dan anak. Apalagi anak saya tiga orang perempuan semua. Siapa yang akan melindungi dan menjaga mereka kalau saya dipenjara," ujar Akeng menyapa tribunnewsbatam.com yang datang ke selnya.

Hanya satu ruang sel tahanan di Polsek Sagulung. Ruang yang tidak begitu lebar memaksa mereka berhimpitan bersama tahanan lainnya dengan kasus yang berbeda. Akeng yang duduk dideretan kedua dari pintu sel mengaku pasarah dengan ancama hukuman. "Semua sudah terjadi, mau diapakan lagi. Padahal saya hanya menyerankan ke Asun supaya hati-hati menghadapi Dedi, tapi kenyataannya berbeda. Asun justru menghabisi korban," ujar Akeng.

Sesering kali pria asal Tembilahan ini hanya menundukkan kepala saat ditanya skenario yang ia rancang untuk membunuh Dedi. Kedekatan Akeng dengan karyawan simpan pinjam Pajero ini sudah lama kenal melalui jasa teman. Sudah dua kali Akeng meminjam uang koperasi tempat Dedi bekerja. Awalnya tidak ada sedkitpun kebencian dihati Akeng apalagi sampai menghabisi nyawa Dedi.  Dedi yang sebelumnya berlaku sopan, lama-lama makin kasar. Meski tidak dengan cara main pukul namun suara keras keluar dari mulut Dedi bilamana nasabahnya tidak bisa membayar pinjaman.

Bukan hanya gertakan yang kerap didengar Akeng. Tingkah laku Dedi juga sedikit genit terutama terhadap anak pertamanya. Meski begitu Akeng masih bisa menahan diri dan menganggapnya sesuatu yang masih wajar.

" Saya pernah bilang, kalau memang mau dan saling suka, saya tidak memaksa. Namanya sama-sama masih muda. Sebagai orangtua saya sih tidak masalah anak saya nikah sama siapa saja," ujar Akeng.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved