Sabtu, 25 April 2026

Kriminal

Selama Rekontruksi, Joni Dapat Cercaan dari Teman-teman Elin

Hasil Rekontruksi Pembunahan Pekerja Massage....


Laporan Hadi Maulana, wartawan Tribunnewsbatam.com

BATAM, TRIBUN
- Hasil rekontruksi pembunuhan Elin, karyawan Massage yang dilakukan pacarnya sendiri,  A Fui alias Joni, Rabu (27/4) di tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan Kompleks Nagoya Parade.
Polsekta Lubuk Baja menyebutkan, kuat dugaan Elin tewas oleh tusukan ketujuh dari 17 tusukan yang ditancapkan pacarnya dibagian dadanya meggunakan sebilah belati.

" Elin tewas di tusukan ketujuah, sebab saat itu tusukan ketujuh tepat bersarang di sekitar jantungnya," kata Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Boy Herlambang.

Dalam rekontruksi itu, Joni mempragakan 19 adegan, yang dimulai dari adegan pertama, saat Joni dibonceng kawanya mengikuti Elin yang mengendarai sepeda motor sepulang dari tempat kerjanya di Angel Message.

Elin rupanya berjanji bertemu dengan dua orang temannya disalah satu lokasi ayam penyet yang berada tidak jauh dengan TKP, dan mereka mengobrol sejenak. Melihat londisi itu, Joni pun berhenti dan menunggu.

Namun kehadiran Joni diketahui Elin dan kedua teman Elin, sehingga mereka memutuskan untuk mengakhiri perbincangan mereka. Setelah itu, Elin pun menuju ke arah Joni dengan berjalan kaki, dan sepeda motornya diletakannya di warung pecel lele, dimana tempat Elin awalnya bertemu dengan kedua temannya itu.

Terjadilah perbincangan anatara Joni dan Elin, begitu juga dengan teman Joni, yang juga memilih pergi dengan motornya. Dan tidak lama berselang, muncullah perdebatan hingga berakhir dengan penusukan.

Seperti apa yang diberitakan sebelumnya, Joni sebenarnya tidak setuju Elin bekerja di panti pijat karena dia tidak sanggup menahan cemburu, namun karena Joni mengangur, dia jadi tak kuasa melarang Elin bekerja di panti pijat, yang memang sangat mungkin terjadinya transaksi sex.

Dibagian lain, rekontruksi itu spontan menjadi tontonan para warga sekitar, tidak terlepas bagi pengendara yang kebetulan melawati jalan tersebut, juga malah memilih untuk berhenti menyaksikan rekontruksi itu.

"Itulah yang namanya cemburu buta," celetuk salah satu warga yang menyaksikan rekontruksi itu.

Begitu juga teman seprofesi Elin yang juga menyaksikan rekontruksi itu, tidak henti-henti mengeluarkan kata-kata kotor untuk Joni.

"Sudah dikasih makan, dikasih enak, eh tahunya malah membunuh. Dasar manusia tidak tahu di untuk," gerutu Linda, karyawan Massage Princes.

Linda juga berharap agak pihak kepolisian dapat menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada manusia yang tidak tahu diuntung ini, seperti Joni. "Kalau perlu beri dia hukuman seumur hidup," tegas Linda.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved