Hukrim
Derita Istri Pelaku Pembunuhan Ketika Lihat Suami Digiring Polisi
Usai Rekonstruksi Pembunuhan Dedi Siregar
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Sely (27) istri Akeng tampak sedih dan menangis dengan kehadiran suaminya dikediamannya di dapur arang Sagulung dalam rekonstruksi pembunuhan Dedi kolektor Koperasi yang diotaki oleh suaminya (Akeng) dan tiga pelaku lainnya. Kamis (19/5).
Siang itu, Sely yang ditemani kedua putrinya menangis tersedu-seduh melihat suaminya dan 3 pelaku lainnya digiring Polisi dengan tangan diborgol dalam reka ulang tersebut.
Kesedihan dan penyesalan jelas tampak dari keluarga kecil ini. Begitu juga dengan kedua anaknya, Nia Dayanti (19) dan Jesika (3) tampak lesu dan sedih melihat ayahnya ditahan polisi. Nia putri sulung Akeng ini ikut menangis sedih setelah mengetahui ayahnya seorang pembunuh.
Melihat istri dan kedua putrinya, Akeng pun langsung memeluk istri dan kedua putrinya, air mata dan tangisan pun terdengar jelas dalam keluarga kecil ini. Air mata penyesalan Akeng terus menetes membasahi pipinya, seakan tak menyangka akan meninggalkan keluarga kecilnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dibalik jeruji.
Sementara Sely (istri Akeng) mengaku sangat menyesalkan apa yang telah dilakukan suaminya itu. Kini, tulang punggung keluarganya harus mendekam dibuih untuk sekian lama. Tak ada lagi pembuatan arang oleh keluarga ini, Sely hanya bisa diam dan berusaha sendiri untuk menghidupi kedua putrinya itu.
Rumah panggung diberdiri ditepi pantai kecil dapur arang Sagulung dimana tempat keluarga Akeng tinggal kini tinggal kenangan bagi sang istri.
Serly mengaku, selama suaminya ditahan disel Polsek Sagulung ia selalu kesepian, dan selalu dilanda kerinduan terhadap suaminya itu. Sely memang mengakui bahwa korban (Dedi Siregar) merupakan karyawan sebuah koperasi yang hampir setiap harinya datang menagih utang suaminya kerumahnya.
"Dedy memang tiap hari datang kesini nagih utang. Saya gak tahu sebelumnya apa yang telah dilakukan suami. Saya dirumah saja ngurus anak,"ujar Sely dengan sedihnya.
Memang sungguh kasihan melihat Sely, istri otak pembunuhan Dedi Siregar ini ternyata cacat, dimana salah-satu kakinya kanannya telah diamputasi akibat jatuh saat memanjat pohon kelapa. Sely harus hidup selamanya dengan kedua alat bantu jalan itu. Wanita cacat ini kini harus mencari hidup sendiri demi kedua putrinya itu.
"Saya cacat sudah 8 tahun lalu, karena terjatuh dari pohon kelapa,"ungkap Sely dengan tangisnya.
Sejak suaminya ditahan Polisi, Sely mengaku tidak bekerja lagi sebagai pembuat arang dirumahnya. Ia hanya banyak termenung, meratapi nasib keluarganya itu.