Property
Pemerintah Pegang Peranan Terbesar atas Pembangunan RTS
pemerintah memegang peranan terbesar atas pembangunan RTS
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Pembangunan Rumah Tapak Sederhana (RTS) menjadi tanggungjawab sosial semua pihak. Dalam pertemuan yang dilakukan oleh Ketua DPD REI Batam Djaja Roeslim beserta beberapa anggota REI, kekantor harian pagi Tribun Batam disebutkan jika pemerintah memegang peranan terbesar atas pembangunan RTS ini.
Menurut Djaja, untuk saat ini perumahan yang dikhususkan kepada perumahan rakyat masih tergolong sedikit, pihak developer atau pengembang sebagai pengusaha tentunya kurang bisa menyediakan RTS tanpa dukungan pemerintah.
" Kalau untuk masyarakat yang mampu mungkin nggak masalah membeli rumah, tetapi bagaimana dengan masyarakat kecil. Sedangkan developer sendiri yang notebenenya pengusaha tentu akan memikirkan nilai keuntungan dan kerugian, sehingga terbatas kemampuan kita untuk membuat RTS. Tetapi kalau ada bantuan pemerintah, mulai dari pemberian lahan tertentu serta kucuran dana tentunya bisa bersinergi dengan para pengembang," ucap Djaja.
Diungkapkannya selama ini tidak sedikit pengembang yang ingin membantu untuk pengembangan RTS, hanya saja masih kurang dukungan pemerintah. Program ini seharusnya pemerintah yang menjalankan karena punya tanggungjawab dan dananya juga ada di pemerintah, seperti dari pajak. Sampai saat ini sentra-sentra pembangunan rumah sejahtera sendiri hanya ada di beberapa kawasan tertentu seperti Batuaji, Tanjunguncang, dan Tiban
" Dengan adanya RTS sebenarnya membantu pemerintah juga untuk kejar pencegahan masalah pemukiman liar atau ruli. Kalau ada disediakan rumah sederhana yang harganya sesuai, tentunya masyarakat akan memiliki pilihan untuk tempat tinggal dan bukannya membangun sembarangan rumah. Dan sebisa mungkin lokasi RTS tersebut pun tersebar merata," tambah Djaja Roeslim lagi.
Dengan lokasi yang merata tersebut, kepada tribunnewsbatam.com diungkapkannya akan semakin membantu masyarakat kecil. Jika masyarakat kecil hanya bisa membeli unit rumah di kawasan pinggiran, sementara mencari nafkah di tengah kota, maka akan dihadapkan oleh masalah baru yakni transportasi.
"Sudah harus cicil rumah, ditambah lagi dengan kendala biaya transportasi sehari-hari maka akan semakin mempersulit. Inilah yang menjadi tanggungjawab pemerintah, namun karena kami developer ingin membantu maka menjadi tanggungjawab sosial. Begitu juga dengan peran media, jadi pemerintah sediakan lahan, kami bantu dalam pembangunan, dan media pun turut serta campur tangan sebagai kontrol sosial supaya pengembangan RTS bisa semakin cepat progresnya," jelas Djaja
Jika RTS ini berhasil, maka pengembangan selanjutnya mengarah kepada Rusunawa atau Rusunami. Hal tersebut diungkapkan oleh kepada tribunnewsbatam.com karena lahan di Batam semakin sempit. Bagi pengembang, diucapkan tidak bisa membangun Rusunawa melainkan hanya Rusunami saja, tetapi yang menjadi kendala yakni harga dari per unitnya terkadang justru lebih tinggi dibandingkan unit rumah tinggal biasa.