Saum Ramadan
Latih Kesabaran dengan Baca Ayat Suci Al Qur'an
Latih Kesabaran dengan Tadarus Al Qur'an
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Ada banyak hikmah dan manfaat yang bisa diambil selama umat Islam menjalankan puasa. Salah satunya mewajibkan diri sendiri untuk melatih sikap sabar. Pada kenyataannya, untuk menjadi pribadi yang sabar tidaklah mudah, perlu adanya kesungguhan hati yang serius. Ada beberapa kiat-kiat ringan yang bisa mengubah perilaku manusia agar bisa menjadi sabar.
Inilah bahasan Talkshow Tribun Batam di Atrium Mega Mall Batam Centre Kepri, Senin (8/8) mulai pukul 17.00 hingga menjelang berbuka puasa. Dalam kesempatan tersebut, Tribun menghadirkan narasumber seorang penceramah kajian tafsir Al Qur'an dan Al Hadis dari Masjid Raudhatul Jannah Bengkong Baru Batam, Ustad Muhith Marzuqi yang dipandu moderator dari Tribun Batam, Candra P. Pusponegoro.
Muhith Marzuqi menegaskan sabar merupakan pondasi utama seorang muslim dalam melakukan segala aspek kehidupan. Tidak terkecuali saat umat muslim menjalankan ibadah puasa Ramadan tahun ini. Sabar sendiri menurut dia ada dua penjabaran, yakni sabar yang berarti bersungguh-sungguh dan sabar yang menekankan agar manusia tidak terburu-buru. Pemaknaannya tergantung kepada konteksnya.
"Sabar ada dua penjabaran, bisa berarti berungguh-sungguh dan tidak terburu-buru. Artinya dalam implementasi puasa, kedua makna itu menegaskan agar umat muslim harus sungguh-sungguh dan tidak terburu-buru," ujar Ustad Muhith Marzuqi dalam paparannya selama talkshow dengan mengusung tema Puasa dan Kesabaran, Senin (8/8) kemarin.
Menurut Muhith Marzuqi, melatih sikap sabar sambil berpuasa merupakan sebuah tantangan yang berbeda. Justru dengan ibadah puasa ini, hati dan pikiran manusia akan terasah ketika saat sedang berpuasa. Selain harus harus menahan rasa malas dan lapar, semua perilaku yang mungkin berlebihan, terburu-buru (grusa-grusu), atau sifat tercela lainnya sekuat mungkin akan ditekan oleh niat puasa sebelum azan Subuh berkumandang.
"Dasarnya adalah niat dalam hati untuk mentaati segala larangan dan melakukan apa-apa yang sudah diperintahkan oleh Allah. Jadi ketika seseorang sudah berniat maka segala sesuatu yang menghambat perjalanannya akan dihadapai dengan rasa hati yang senang dan tidak akan merasa berat menghadapinya," terang ustad Muhith Marzuqi menambahkan.
Jika umat muslim sedang menjalankan puasa maka badan akan menjadi lemas. Tempaan seperti inilah yang akan membangkitkan kesabaran bagi mereka yang menjalaninya. Kenapa bisa seperti itu, lanjut Muhith, hal ini dikarenakan niat hati yang serius. Sehingga apapun resiko yang akan dihadapi nantinya akan ditanggulangi dengan sikap hati dan pikiran yang lapang, tenang, sungguh-sungguh, dan tidak terburu-buru.
Untuk bisa mendapatkan pahala puasa sesuai dengan yang dituntunkan oleh Nabi Muhammad, utamanya perilaku sabar tentu ada formulanya. Muhith menguraikan ada banyak cara yang bisa mengantarkan manusia agar bisa berperilaku sabar. Salah satunya adalah memahami sifat-sifat asli manusia itu sendiri. Misalnya manusia memiliki tabiat ceroboh, pelit, ingin menang sendiri, dan sifat buruk lainnya.
Selain itu, manusia juga memiliki sifat-sifat yang terpuji, seperti dermawan, penolong, pemaaf, dan lainnya. Untuk bisa meminimalisasi sikap tercela, maka setiap individu harus banyak melakukan amal kebaikan yang sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah. Sebab dengan melakukan kebaikan maka akan menghapus kesalahan. Ketika kebaikan sudah merajai hati tentu pikiran akan menjadi jernih dalam menentukan sikap.
Begitu juga ketika seseorang memiliki sifat terburu-buru (grusa-grusu) maka salah satu obatnya dia harus bergaul dengan orang memiliki sifat sabar. Selain itu, dia mengajurkan agar orang itu memperbanyak tadarus Al Quran. Tujuannya membangkitkan nilai-nilai positif yang mampu memberikan ketentraman dalam berfikir. Biasanya, orang yang tidak sabar itu karena hatinya belum tertanamkan keteduhan dan kepasrahan.
"Untuk mengubah perilaku terburu-buru menjadi sabar salah satunya harus banyak belajar dengan orang yang sabar. Kemudian memperbanyak tadarus dan zikir untuk pembersihan jiwa. Sebab orang yang perangainya tidak sabar itu karena hatinya kosong dan belum memahami akan kunci kepasrahan kepada Allah," papar Ustad Muhith Marzuqi menguraikan. (tia)