Saum Ramadan
Lidah Kapolsek Hari Sempat Kaku Hadapi Jamaah
Lidah Kapolsek Hari Sempat Kaku Hadapi Jamaah
Laporan Rachta Yahya, wartawan Tribunnewsbatam.com
TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN - Berbicara di depan ratusan orang jamaah salat di masjid tampaknya bukan perkara mudah untuk dilalui. Setidaknya hal itu yang dirasakan Komisaris Polisi (Kompol) Hari Purnomo SH Sik, Kapolsek Tanjungbalai Karimun.
Meski seorang perwira polisi yang sudah terbilang biasa menghadapi penjahat, nyatanya saat berbicara di depan ratusan jamaah salat Isya dan Tarawih di masjid Baitul Karim, Tanjungbalai Karimun, Jumat (5/8/2011) malam, Hari masih terlihat grogi. Bahkan Hari mengaku lidahnya sempat kaku dan lengket.
"Memang beda ya kalau bicara depan anggota atau depan penjahat sama di depan ratusan jamaah salat. Saya merasa grogi, bahkan lidah saya sempat kelu dan lengket mas," ujar Hari mengungkapkan pengalamannya naik mimbar Masjid Baitul Karim, Tanjungbalai Karimun itu kepada Tribunnewsbatam.com, Sabtu (6/8/2011).
Namun begitu, Hari mengaku rasa grogi tersebut bisa dilawannya setelah lepas 5 menit pertama. Lepas itu, suasana pun mampu ia kuasai dan berbicara lancar kembali.
Dalam kesempatan itu, Hari mengingatkan ratusan jamaah terkait Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Itu mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, tindak kejahatan selama bulan suci ramadan dan jelang lebaran Idul Fitri mengalami peningkatan. Bentuk kejahatannya lebih cendrung konvensional seperti pencurian rumah kosong, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor)dan sejenisnya.
Untuk itu, Hari mengimbau kepada seluruh jamaah, untuk senantiasa memastikan harta bendanya sudah dalam keadaan aman dari gangguan tindak kejahatan.
Diantaranya memastikan rumah sudah dalam keadaan terkunci saat hendak ditinggalkan, aktifkan kembali siskamling baik siang maupun malam, kendaraan bermotor jangan ditempatkan di tempat sembarangan dan bisa memancing pelaku kejahatan serta kunci.
"Bulan puasa bukannya penjahat itu menurun malah ada terkesan peningkatan, itu biasanya dikarenakan pelaku kejahatan terdesak oleh kebutuhan ekonomi dan peluang pada momen tersebut cukup terbuka, karena di bulan suci ramadan masyarakat terkonsentrasi dengan kegiatan-kegiatan ibadah.
Untuk itu, saya ingatkan jamaah agar hati-hati. Kalau mau pergi, pastikan rumah sudah terkunci, kapan perlu titip sama tetangga, aktifkan lagi siskamling tapi jangan siskamling malam hari saja, kalau bisa lakukan siang hari juga, ingat pencuri sekarang sudah pintar-pintar, tak bisa malam, siang mereka masuk," kata Hari mengingatkan.
Selain itu, dalam rangka pencegahan, jajaran polsek Tanjungbalai Karimun, dikatakan Hari tetap melaksanakan patroli baik secara terbuka dengan menggunakan pakaian dinas maupun patroli secara tertutup dengan menggunakan pakaian preman di daerah-daerah rawan kejahatan seperti perumahan-perumahan, ruko-ruko dan tempat-tempat parkir kendaraan.
Polsek Tanjungbalai Karimun juga melakukan langkah-langkah pemberian himbauan kepada masyarakat melalui aparat pemerintah kelurahan dan desa, RW, RT, tokoh-tokoh masyarakat serta forum-forum yang ada di lingkungan masyarakat.
"Sehingga kita semua berharap pada momentum puasa tahun ini tidak muncul bentuk kejahatan yang tentu saja dapat mengurangi kegembiraan kita mengisi bulan suci ramadan dan hari raya Idul Fitri," kata Hari.
Hari juga mengingat warga pada saat berpergian jangan menggunakan perhiasan yang berlebihan dan waspada terhadap pelaku penipuan, gendam dan pembiusan dengan cara tidak mudah percaya dengan orang yang baru kenal, jangan menerima makanan dan minuman dari orang yang baru kenal.
Sementara ketika hendak mudik lebaran pastikan listrik, kompor, lilin dan peralatan elektronik lainnya dalam keadaan mati atau tidak menyala, tidak meninggalkan barang - barang berharga di dalam rumah.