Selasa, 9 Juni 2026

Saum Ramadan

Kiat Melakukan Solat yang Khusyu Setiap Hari

Kiat Melakukan Solat yang Khusyuk

Tayang:

Laporan Wartawan Tribun, Candra P. Pusponegoro

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Solat dengan khusyuk (sesuai rukun) tidak mudah. Apalagi jika pelakunya sedang didera permasalahan hidup yang pelik. Untuk bisa mencapai solat khusyuk perlu sebuah kiat-kiat khsusus. Tujuannya supaya bisa memberikan pengaruh atau manfaat kepada pelakunya sehingga memberikan pencerahan kepada dirinya dan lingkungan di sekitarnya.

Artinya, seorang muslim bukan hanya sekedar dituntut mengerjakan solat dengan sambilan, asal-asalan, seadanya, sekedarnya, atau biasa-biasa saja. Melainkan solat khusyuk itu hanya bisa diperoleh jika dikerjakan dengan penuh persiapan, ketenangan, kesungguhan, kesabaran, dan keyakinan. Sehingga hasilnya bisa dirasakan secara nyata. Bukan sekedar menggugurkan kewajiban solat semata. 

Penjabaran ini dipaparkan oleh Ustad Drs Hamzah Djohan SH sebagai narasumber Talkshow Ramadan di Mega Mall Batam Centre Kepri, Jumat (12/8). Hamzah Djohan dengan artikulasi bahasanya mampu menjadi 'magnet' bagi peserta dan 'memaksa' pengunjung duduk untuk mendengarkan kajian tersebut. Sehingga pengunjung langsung berhenti dan mengikuti ceramahnya sampai waktu berbuka puasa tiba.

Tidak hanya itu, tema mengenai 'Kiat Melakukan Solat yang Khusyuk (Nikmat)' bisa membius para peserta yang berdiri di luar arena talkshow. Ini terbukti, para pengunjung dengan nikmat mendengarkan ceramahnya. Sedangkan dipenghujung acara menjelang berbuka, antusiasme peserta untuk bertanya kepada Ustad Hamzah Djohan terus berdatangan. Ditambah pembawaan moderator dari Tribun, Candra P. Pusponegoro yang luwes dan apik bisa enghidupkan nuansa talkshow semakin berwarna.

"Dengan kata lain solat itu harus dikelola dengan baik dan benar. Manajemen solat berarti bagaimana kita bisa memperoleh solat yang khusyuk dan nikmat dengan berpegang teguh kepada bimbingan Al Qur’an dan tuntunan sunah Rasulullah," ujar Ustad Drs Hamzah Djohan SH disela-sela acara.

Menurutnya, solat khusyuk itu mudah apabila seseorang mengetahui modal dan langkah-langkahnya. Kemudian besedia mengamalkannya dengan sungguh-sungguh. Dia menerangkan, modal mencapai solat khusyuk antara lain harus niat, konsentrasi, tidak terburu-buru(tuma'ninah), dan paham akan bacaan serta gerakannya. Lebih lanjut, kata dia, solat bukan hanya sebatas kebutuhan atau menggugurkan kewajiban.

"Ubahlah malas belajar menjadi rajin belajar, pelajari dan pahami kembali ilmu tentang solat. Ubahlah solat sebagai sambilan menjadi ada waktu khusus untuk solat. Ubahlah kemalasan menjadi kesungguhan untuk melaksanakan solat dengan khusyuk. Ubahlah kebiasaan bermaksiat menjadi kemauan untuk bertaubat," urai Ustad Hamzah Djohan menekankan.

Untuk itu, ada beberapa tahapan agar pencapaian solat khusyuk bisa terlaksana. Pertama khusyuk pada persiapan. Maksudnya, ketika mendengar azan, tanamkan selalu dalam hati dan pikiran bahwa saat itu sedang butuh Allah dan ingin berterima kasih kepada-Nya. Kemudian segera mempesiapkan diri, hati, pikiran dan waktu untuk segera mengerjakan solat. Selanjutnya mulailah mengerjakan wudhu dengan sempurna.

"Lakukan cara tersebut dengan tenang, sabar dan tidak boleh terburu-buru," terang Hamzah Djohan.

Selain itu, persiapkan diri menuju solat dengan hati yang tenang. Kenakan pakaian yang bersih dan jadikanlah tempat solat harus bersih, wangi, dan suci. Hindarkan hal-hal yang bisa mengganggu ketenangan dan kekhsyukan solat, seperti mematikan telepon seluler, televisi, radio, walkman, ipad, dan lain-lainnya. Khusus bagi jamaah laki-laki, sebaiknya mengerjakan solat di masjid atau musholla secara berjamaah.

Adapun mengenai khusyuk gerakan adalah saat mulai berdiri tegak menghadap kiblat dengan menyiapkan hati dan pikiran untuk menghadap Allah. Jangan lupa untuk meniatkan dalam hati terhadap solat yang akan dikerjakan. Selanjutnya melakukan semua gerakan solat dengan sempurna dan seperti yang dicontohkan Rasulullah. Kemudian melakukan semua gerakan dengan tenang dan sempurna. Lalu pandangan mata tertuju pada tempat sujud (tidak melirik atau menoleh).

"Bacalah bacaan solat dengan benar, jelas, tartil (perlahan-lahan dan tidak terburu-buru). Lalu adakan jeda di antara kalimat (do’a atau ayat-ayat Al Qur’an). Jika pada saat bacaan lirih (berbisik) maka harus merendahkan suara, artinya hanya terdengar oleh telinga sendiri. Selanjutnya tidak ada perkataan lain, selain bacaan solat itu sendiri," ujarnya menambahkan.

Adapun mengenai khusyuk pikiran artinya setiap mulut membaca bacaan solat maka hati dan pikiran ikut membacanya. Kemudian pikiran dan perhatian hanya terpusat pada bacaan dan gerakan solat. Tidak kalah pentingnya berusaha untuk memahami makna bacaan surat yang dibaca imam. Lalu tidak larut dalam pikiran selain kecuali hanya mengingat Allah.

"Hayati setiap bacaan solat mulai dari takbir sampai salam, perbanyaklah membaca tasbih pada waktu rukuk dan sujud serta perbanyaklah doa pada waktu sujud dan sebelum salam. Rasakan seolah-olah sedang berhadapan dan berkomuniksi dengan Allah," anjur Hamzah Djohan.

Kemudian, kata dia, jika seseorang banyak dosa maka harus segera bertaubat. Sebab dosa bisa mengurangi kekhusyukan seseorang saat beribadah. Jika dirinya banyak dosa maka segaralah solat tobat dan memperbaiki kesalahannya. Kalau ada seseorang alim mengingatkan kesalahannya maka dengarkanlah nasehatnya dan lakukanlah. Sebab jika merasa benar maka kebaikan akan tertutup kepadanya. (tia)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved