Legislatif
Banggar Putuskan Penambahan Belanja Daerah
Banggar Putuskan Penambahan Belanja Daerah
BINTAN,
TRIBUN - Sekretaris Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bintan, Edi Pribadi
menjelaskan terjadi perubahan proyeksi pendapatan daerah. Pendapatan
yang semula diproyeksikan sekitar Rp. 604 M, diproyeksikan bertambah
menjadi Rp. 609,46 M
Hal ini berasal pada lain-lain
pendapatan asli daerah (PAD) sah yang mengalami peningkatan sebesar Rp.
1,4 miliar yang bersumber dari pendapatan bunga deposito hasil
pengelolaan manajemen kas, serta peningkatan dana perimbangan sebesar
Rp. 3,6 M dari hasil pajak bumi dan bangunan.
“Dengan adanya tambahan pendapatan
sebesar Rp. 5 miliar, maka diputuskan untuk menambah belanja daerah pada
komponen belanja langsung, sehingga belanja daerah yang semula
diproyeksikan sebesar 730,87 miliar rupiah lebih menjadi 735,87 miliar,”
jelas Edi, saat pengesahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas
Plafon Anggaran Sementara (PPAS), Selasa (11/10) di gedung Dewan.
Kebijakan Umum APBD dan Prioritas
Plafon Anggaran Sementara yang telah dibahas dan disepakati bersama
kepala daerah dan DPRD, kemarin dituangkan dalam nota kesepakatan yang
ditandatangani bersama Kepala Daerah dan pimpinan DPRD.
Berdasarkan sasaran yang harus
dicapai dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun
2011-2015, prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2012
tersebut difokuskan kepada peningkatan SDM, peningkatan perekonomian
daerah yang berbasis pada pengembangan sumber daya kelautan dan
perikanan serta pengembangan potensi pariwisata dan agribisnis.
Bupati Bintan, Ansar Ahmad
mengatakan, kegiatan serta prioritas yang telah ditetapkan tersebut
sebagai pedoman keuangan daerah dengan mengedepankan prinsip akuntabel,
transparan dan efektif.
Pos pendapatan daerah diproyeksikan
sebesar Rp. 609,46 M, dengan perincian PAD diproyeksikan sebesar Rp.
141,05 M, dana perimbangan sebesar Rp. 441,16 M dan lain-lain pendapatan
yang sah sebesar Rp. 27,24 M.
Belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp.
735,87 miliar rupiah lebih, dengan rincian belanja terdiri dari belanja
tidak langsung sebesar Rp. 362,53 M dan Belanja langsung sebesar Rp.
373,33 M.
Pengalokasian
anggaran pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan dimana
sisa lebih perhitungan anggaran diproyeksikan sebesar Rp. 130,41 miliar
rupiah lebih, sedangkan pada pengeluaran pembiayaan, pemerintah daerah
menyertakan modal sebesar Rp. 4 miliar rupiah, sehingga pembiayaan netto
sebesar Rp. 126,41 miliar. (san)