Kelangkaan BBM
BBM Kembali Langka di Tanjungpinang
Dimana BPH Migas yang menghabiskan dana Rp 19 Miliar dan Kartu Fasilitasnya
Laporan Ogas Jambak Wartawan Tribunnewsbatam.com
TANJUNGPINANG, TRIBUN- Antrian mobil di SPBU_SPBU yang ada
di Tanjungpinang kembali terjadi, antrian ini didominasi oleh dump truk yang
diduga milik perusahaan penambangan bouksit. Akibat panjangnya antrian yang
dilakukan truk-truk indutri tersebut, kelangkaan solar mulai dirasakan warga
Tanjungpinang. Sudah sebulan terakhir terlihat antrian panjang di SPBU
tersebut, dan sudah menjadi pemnadangan sehari-hari warga terutama setiap pagi
hari.
Seperti terlihat di SPBU Jalan DI Panjaitan Batu 7, Jalan Nusantara
Batu 10, Jalan Baru Tanjunguban Batu 16 toa paya dan SPBU Jalan MT
Haryono Batu 3. Antrian para pengguna solar dan premium begitu panjang
hingga mengganggu arus lalu lintas jalan dan menyebabkan kemacetan. Bahkan pada
siang hingga malam hari, sebagian SPBU sudha kehabisan stok solar. Menurut
pengurus sebuah SPBU kelangkaan BBM jenis solar dan premium tersebut
dikarenakan tidak adanya pasokan tambahan dari pertamina. Sehari mereka
diberikan satu ton, dan apabila stok tersebut habis mereka tidak mendapat
tambahan.
Pengurus SPBU tersebut mengatakan solar yang diberikan
pertamina tidak normal, normalnya solar di SPBU adalah sekitar 20 kilo liter
setiap harinya.Sehingga SPBU mempunyai stok untuk dijual esok hari, sehingga
tidak membuat kendaraan antri begitu panjang. Sementara itu Kepala Dinas
Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri Syec Muhamad Taufik,
mencurigai adanya permainan sehingga membuat kelangkaan BBM di beberapa daerah
khususnya Tanjungpinang.
Kelangkaan solar di Tanjungpinang sempat mereda setelah
Polres Tanjungpinang membongkar beberapa gudang penimbunan BBM jenis solar
subsidi. Taufik mengatakan bahwa kelangkan tersebut akan sulit direda selama
harga solar subsidi dengan solar industri harganya cukup jauh. Sehingga mendatangkan
celah bagi pemain solar untuk menyelewengkan solar subsidi, sehingga spekulan
mudah memainkan untuk mendapatkan keuntungan besar dengan cepat. Syeck taufik
mengatkan pihaknya sulit mengontrol hal tersebut, karena pemain solar
mengunakan berbagai cara, ditunjang kurangnya kontrol dari SPBU dan Pertamina.
Menurut Syec Taufik, SPBu bisa melakukan kontrol dengan cara
melakukan pembatasan pembelian. Taufik berjanji pihaknya bersama Dinas
Pertambangan dan elemen terkait akan melakukan pengawasan. Karena bisa
berakibat kelangkaan BBM seperti beberapa bulan sebelumnya.