Finance
Dinar Irak Dicari Nasabah
Dinar Irak Dicari Nasabah Warga mulai investasi mata uang Dinar Irak, bahkan beberapa money changer
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Warga mulai investasi mata uang Dinar Irak, bahkan beberapa money changer dijadikan tempat penukarkan mata uang negara penghasil minyak tersebut.
Apalagi sejak Barack Obama terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) dan berjanji akan menarik semua tentaranya dari Irak, mata uang Dinar ini sempat menguat nilai tukarnnya saat itu.
Yuni warga Tiban yang sedang menukarkan uang rupiahnya disalah satu money changer mengaku sengaja menukar mata uang Dinar Irak sebagai investasi.
Ini dilakukan karena mata uang negara penghasil minyak di Timur Tengah ini semakin hari semakin kuat nilai tukarannya. Dia mengumpulkan mata uang Dinar Irak ini, untuk menunggu nilai tukarnya naik lebih tinggi terhadap mata uang rupiah.
"Saya sengaja menukar mata uang Dinar Irak ini. Ya sambil berinvestasi saja, mana tahu nanti nilai tukarnya lebih tinggi, kita yang untung,"ujar Yuni singkat.
Hal senada juga disampaikan Zulkifli salah satu pengusaha bongkar muat. Selain mata uang dollar AS, dia juga sedang mengumpulkan mata uang Dinar Irak.
Jika dollar Amerika sengaja ditukarnya sebagai mata uang transaksi dalam usahanya. Sedangkan mata uang Irak ditukarnya untuk investasi, dalam jangka waktu yang belum diketahui.
"Ya mata uang Dinar Irak saat ini banyak dicari orang mas. Awalnya saya masih ragu, namun setelah beberapa teman dan teman pengusaha lain yang mengatakan mata uang tersebut akan naik nilainya nanti. Apalagi dengan kabar Presiden AS, Barack Obama akan menarik semua pasukan tentaranya dari Irak. Dari sinilah saya mulai melakukan investasi mata uang Dinar Irak, ya hitung-hitung nambung sambil dapat untung,"terangnya.
Terpisah Dodi, penjaga Money Changer di Nagoya mengaku belakangan ini banyak warga datang hanya untuk menukar mata uang Dinar Irak. Mata uang ini nilai tukarnya mulai menguat dan stabil. Diperikirakan mata uang Dinar Irak nilai tukarnya akan tinggi dan menguat pada awal 2012 mendatang dengan adanya kabar Presiden AS, Barack Obama akan menarik semua pasukan tentaranya dari Irak.
"Saat ini saja 1 Dinar Irak sama dengan dengan Rp 9 rupiah atau US$1 sama dengan 998,88 Dinar Irak. Mulai menguatnya mata uang Dinar Irak ini salah satu alasan warga memburunya. Alasan lain saya tidak tahu pasti,"ujar Dodi.
Dia menyebutkan tidak hanya ditempatnya saja mata uang Dinar Irak dicari warga, melainkan tempat pedagang valuta asing lainnya. Bahkan beberapa waktu lalu mata uang Dinar Irak ini sempat tidak ada ditempatnya karena sudah ditukar warga.