Senin, 13 April 2026

Kesehatan

RS Awal Bros Hadirkan Fasilitas Cek Jantung " Angiografi "

RSAB 1 Gunakan Alat Mini Cathlab, Pertama dan Satu-satunya di Indonesia

Laporan wartawan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Penyakit jantung koroner yang menjadi penyakit penyebab kematian nomor satu di Indonesia, membuat Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) menyadari pentingnya arti deteksi dini penyakit ini.

Untuk itu, RSAB kembali menambahkan satu lagi fasilitas pelayanan terbarunya, yakni deteksi dini jantung koroner dengan tindakan angiografi. Tindakan angiografi yang ada di RSAB inipun menjadi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menggunakan alat Mini Cathlab.

Dalam soft launching Angiografi RSAB, Minggu (30/10) kemarin Dr. Stanley Panggabean, SpJp, FIHA FAsCC menjelaskan lebih jauh, Angiografi merupakan tindakan medis dimana akan dimasukkan sebuah kabel ke pembuluh darah yang ada pada tubuh pasien. Adapun kabel tersebut berfungsi sebagai media untuk memasukkan kontras berupa zat tertentu guna melihat kondisi pembuluh darah.

" Semacam pembuluh kecil berupa kabel, bicara kabel ini merupakan alatnya lah yang bisa kami masukkan ke pembuluh darah yang ada di bagian kaki dan tangan pasien. Nantinya kabel tersebut yang akan melihat kondisi pembuluh darah-pembuluh darah dalam tubuh pasien, apakah ada terjadi penyempitan kemudian dimana letak penyempitan pembuluh darahnya," jelas Dr Stanley Panggabean kepada tribun.

Selain untuk melihat dan mendiagnosa kondisi pembuluh darah seorang pasien, alat ini juga sekaligus berguna untuk terapi. Terapi yang dimaksud oleh Dr Stanley yakni usai mendiagnosa langkah apa yang harus dilakukan kemudian, apakah cukup dengan memasang cincin untuk membuka penyempitan yang ada di pembuluh darah, atau haruskah dengan melakukan by pass, ataupun langkah konservatif.

" Ini merupakan kemajuan dalam pengobatan medis penyakit jantung, dimana secara cost dan waktu lebih efektif dan efisien, serta risikonya juga lebih kecil. Karena tidak cuma untuk mendiagnosa alat ini sekaligus untuk terapinya, yaitu ada namanya terapi PCI. Lalu sudah sesuai dengan guideline terbaru dalam pencegahan serta pengobatan Jantung Koroner, yaitu setiap penyempitan dalam pembuluh darah harus dibuka. Dengan alat ini, setelah kita tahu dimana letak penyempitannya langsung bisa diambil tindakan awal jika memang diperlukan, misalnya dengan memasang cincin. Dengan demikian penyempitan atau sumbat akan terbuka 100 persen, berbeda dengan cara hanya diberikan obat. Kalau obat-obatan paling hanya membuka sumbat 40-60 persen," papar Dr Stanley Panggabean kembali.

Sementara itu, dari segi efisien waktu, dengan menggunakan tindakan angiografi dalam hitungan 10 sampai 20 menit saja para dokter sudah dapat mendiagnosa penyempitan pembuluh darah yang terjadi. Berbeda saat melakukan tindakan by pass atau membuka jantung dan mengganti pembuluh-pembuluh darah yang ada di dalamnya.

" Resikonya tetap ada sekitar 1-2 persen, namun untuk waktu pemulihan sedikit lebih cepat dibandingkan melakukan by pass yang hingga dua mingguan," tambah Dr Stanley Panggabean.

Sementara itu, Dr Widya Putri, MARS Direktur RSAB mengatakan, meski termasuk terlambat hadir di Kepri khususnya Kota Batam, namun fasilitas pelayanan angiografi ini mempunyai standar yang sama dengan yang ada di beberapa negara tetangga seperti Johor dan Malaysia. Meski tidak disebutkan secara spesifik, wanita inipun menambahkan selain standar yang tidak kalah, harga yang ditetapkan RSAB pun cukup bersaing.

" Bicara mengenai penyakit jantung ini tentang hitungan menit, dimana saat terjadi serangan jantung, penderita tidak bisa menunggu. Kalau tindakan penyelamatan pertama kalinya cepat, maka kemungkinan untuk survive dari pasien juga lebih tinggi. Sebenarnya persiapan untuk pelayanan ini sudah lami kami buat, cuma karena faktor menunggu dari alat yang lebih canggih dan berstandar sama dengan negara lain, maka baru kami buka sekarang. Apalagi trend dari penderita penyakit jantung ini lebih sering berobat ke luar negri, khususnya ke Malaysia atau Johor," papar Widya.

Menurut Widya, dengan adanya fasilitas pelayanan ini bagi penderita jantung yang ada di wilayah Kepri khususnya Batam, tidak perlu memakan waktu lama lagi untuk menyebrang ke rumah sakit di Malaysia dan melakukan tindakan penyelamatan awal. Dengan standar yang sama, keuntungan lain yang didapat oleh penderita yakni menekan biaya transport maupun living cost.

Untuk wilayah Batam sendiri meski belum ada data pasti jumlah penderita jantung koroner yang ada, namun penyakit ini menjadi penyakit nomor dua di Batam setelah penyakit Hipertensi. Terakhir ditambahkan Dr Widya, selain untuk mendeteksi penyakit jantung koroner, yang menjadi nilai plus dari alat ini yakni kemampuan lain yang dimilikinya. Misalkan kemampuan menentukan sumbatan di otak, melokalisir perkembangan tumor, dan lainnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved