Breaking News:

Idul Adha 1432 H

Ternyata Ibadah Kita Belum Apa-apa

Renungan Idul Adha 10 Dzulhijah 1432 Hijriah

Ternyata Ibadah Kita Belum Apa-apa
Tribun Batam/ Candra P. Pusponegoro
Ustaz Muhith Marzuqi SPdi

Bagi yang sudah mampu secara finansial, fisik, mental dan moral, untuk melaksanakan ibadah haji apakah sudah disadari bahwa ibadah haji adalah level tertinggi, puncak dari segala ibadah yang karena beratnya ibadah yang satu ini Allah pun mewajibkan ibadah haji hanya bagi yang sudah “mampu” yang seharusnya juga berarti bahwa keimanan, ketakwaan, keikhlasan, kesabaran dan kepedulian terhadap sesama pun dapat mencapai level tertinggi, atau apakah ibadah haji hanya dianggap sebagi sebuah ritual biasa? Pergi ke Makkah, belanja oleh-oleh, pulang dengan selamat lalu syukuran besar-besaran sembari membagikan buah tangan dari negeri Arab (padahal biasanya bisa dibeli di pasar Jodoh) seolah menunjukkan inilah hasil beribadah haji. Dan setelah itu tamat, ibadah haji dianggap hanya masa lalu yang penting sekarang sudah bergelar haji, tanpa memikirkan implementasi nyata yang harus dilakukan di tengah masyarakat.

Terrnyata masih terlalu banyak kekurangan kita, masih sangat dangkal diri kita dalam memahami makna dari sebuah ibadah yang bagi sebagian besar kita hanyalah menjadi sebatas ritual dan rutinitas belaka. Apalagi kalau harus dibandingkan dengan para nabi dan rasul, sungguh rasanya terlalu jauh untuk dijangkau oleh kita yang senantiasa bergelimang dosa. Mudah-mudahan renungan dan hikmah Idul Adha ini dapat menambah pemahaman kita dan memberi nilai baru dalam memaknai dan mengambil hikmah dibalik sebuah ritual ibadah.

*Ustaz Muhith Marzuqi SPDi adalah Pengampu Kajian Tafsir Al Quran dan Al Hadis Masjid Raudhatul Jannah Bengkong Baru Batam Kepualauan Riau

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved