Curanmor
Sekuriti Otak Sindikat Curanmor di Batuaji
Polsek Batuaji Berhasil Bekuk Empat Pelaku
Laporan Tribunnews Batam, Zabur Anjasfianto
TRIBUNNEWSBATAM.COM,BATAM - Empat sindikat pencurian motor (curanmor) berhasil ditangkap jajaran Polsek Batuaji. Empat sendikat yang ditangkap itu masing-masing Andi Sopian sebagai otak pelaku, Ardiansyah yang bertugas sebagai membawa eskutor ke TKP, Bayu bertugas sebagai penghubung atau marketing dan Florensius selaku penadah atau pembeli.
Sedangkan Te, masih dalam pengejaran polisi dan masuk daftar pencarian
orang (DPO). Keempatnya ditangkap di tempat berbeda.
Polisi pertama menangkap Florensius di Bengkong Dalam, pada 16 Januari
2012 lalu. Dari tangan Florensius, polisi menemukan barang bukti Yamaha
Mio Soul BP 2908 GT. Pelaku ditangkap saat melintas di jalan utama,
Bengkong Dalam.
"Saat kita tanya mana surat-suratnya, tersangka ini tidak bisa
menunjukkan. Kamudian kita bawa ke kantor untuk selanjutnya di
interogasi," ujar AKP Tua Turnip, Kapolsek Batuaji, Senin (23/1).
Florensius pun mengaku kalau motor itu dibelinya dari Bayu. Bayu lalu
bernyanyi tentang keberadaan Andi dan Ardiansyah. Andi sendiri ditangkap
esoknya saat pulang kerja dari PT Tri Karya Alam (TKA), setelah
menangkap Ardiansyah. Dari tangan Andi, polisi menemukan tiga unit motor
curian yaitu Yamaha Mio BP 2908 GT, Yamaha Zupiter MX BP 5265 D dan
satu Mio warna hitam yang tidak pakai nomor polisi lagi.
"Semua motor yang dicurinya ini, sudah pernah dilaporkan hilang oleh
warga ke Polsek Batuaji ini. Jadi LP (laporan polisi)-nya ada di sini.
Sekarang, anggota masih di lapangan untuk mengembangkan kasus ini,"
terang Tua yang didampingi Iptu S Saragih, Kanit Reskrim Polsek Batuaji.
Penangkapan ini bermula atas kecurigaan warga di salah satu perumahan di
Tanjunguncang. Saat itu, salah satu warga yang tinggal di sana sering
mengendarai sepeda motor yang tidak ada platnya. Atas dasar kecurigaan
itu, polisi lalu mengamankan warga tersebut. Saat ditanya, ternyata itu
bukan motornya. Namun, motor pinjaman dari salah satu pelaku. "Kita
langsung kembangkan kasus ini. Dan inilah hasilnya,"terangnya.
Selain mengamankan motor, polisi juga mengamankan berbagai peralatan
yang digunakan pelaku saat beraksi di antaranya empat jenis kunci T dari
berbagai ukuran, obeng, tang dan beragam kunci lainnya. Untuk
mengelabui petugas dan si pemilik motor, pelaku langsung merubah nopol
yang asli dengan nopol yang palsu. Bahkan, sebagian warna bodi motor
juga diganti.
Sehingga, ketika motor ini dipakai berkeliaran, si pemilik motor tidak
mengenalnya. Polisi juga mengamankan 10 nopol plat palsu dan pakaian PDH
sekuriti milik Andi.
Saat beraksi, Andi ditemani Te dan ditemani Ardiansyah. Modusnya,
mereka pura-pura melintas dari perumahan dengan boncengan mengenakan
pakaian sekuriti.
Sehingga, warga perumahan tidak curiga saat para pelaku melintas di
lokasi perumahan itu. Saat si pemilik motor lengah, pelaku langsung
mencurinya. Aksi seperti ini dilakukan sudah enam kali. Namun, baru
empat motor yang berhasil diamankan sebagai barang bukt.
"Kita masih mengembangkan kasus ini. Kata tersangka yang juga otak
pelaku kasus ini, mereka sudah beraksi enam kali. Namun, masih empat
yang kita amankan. Makanya, kita masih Te yang juga seorang sekuriti,"
tambahnya.
Tua Turnip mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Sebab, sekurito yang
bertugas sebagai pengamanan juga jadi otak pelaku pencurian. Meski
tidak semua sekuriti seperti itu, namun masyarakat tetap harus waspada.
"Nah, yang terpenting juga adalah tetap memasang kunci ganda motornya
saat perkir di mana saja. Sebab, para pelaku ini pun beraksi di
perumahan-perumahan yang pemiliknya sedang lengah," tambahnya. (bur)