Semarak Imlek 2012
Ikan Segar Langka Karena Pedagang Tidak Jualan
Etnis Tionghoa Masih Rayakan Imlek
Tayang:
Laporan Novyana Handayani Wartawan Tribunnews Batam .com
TANJUNGPINANG , TRIBUN- Selama dua hari terakhir ini,
perekonomian di Kota Tanjungpinang nyaris lumpuh. Hampir semua toko-toko tutup,
termasuk lapak-lapak di Pasar Baru Tanjungpinang dan Pasar Potong Lembu. Diperkirakan,
baru kembali normal Rabu ini (25/1).
Dari pantauan Tribun
di Jalan Merdeka, Selasa (24/1). Sebagian toko yang dimiliki pedagang etnis
Tionghoa, tutup. Begitu juga di sekitar bakar Batu, hingga Batu 2. Sebagian lainnya
di sekitaran Jalan IR Sutami juga tutup.
Namun, libur tahun baru Imlek ini paling terasa di kawasan
Pasar Potong Lembu.
“Kalau di Pasar Potong Lembu, sekitar 70 persen pedagang sayur dan ikan menutup toko,” ujar Eva Amalia, Direktur PT Tanjungpinang Makmur Bersama (BUMD Kota Tanjungpinang).
Memang Pasar Potong Lembu sebagian besar pedagangnya dari
etnis Tionghoa. Juga pasar tersebut sebagian besar pembelinya adalah etnis
Tionghoa, yang tinggal di sekitaran Bakar Batu hingga kawasan Potong Lembu.
Berbeda dengan pasar yang tutup, Akau Potong Lembu justru
semakin ramai. Memang sebagian besar pedagangnya keturunan Tionghoa. Namun
hanya sekitar 15 sampai 20 persen saja yang tutup. Malah, selama Imlek ini
pengunjung Akau Potong Lembu semakin ramai.
Pasalnya berkumpul dan makan bersama termasuk dalam tradisi
tahun baru Imlek. Liburan tahun baru Imlek ini juga terasa di kawasan Pasar
Baru Tanjungpinang. “Di pasar ikan sebagian besar tutup. Karena memang 80
persen pedagang di pasar ikan, dari etnis Tionghoa,” sebut Widi, Humas PT
Tanjungpinang Makmur Bersama.