Breaking News:

Investasi

PT Perkasa Melati akan Hengkang dari Batam

Belum Selesaikan Kewajiban

Editor:
PT Perkasa Melati akan Hengkang dari Batam
Tribunnewsbatam/ zabur anjasfianto
PT Perkasa Melati akan Hengkang dari Batam
Laporan Zabur Anjasfianto Wartawan Tribunnews Batam


TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM
- Kabar hengkanya perusahaan PMA dari Batam mulai kembali terdengar. Kalin ini PT Perkasa Melati akan hengkang dari Batam. Perusahaan galangan kapal yang terletak di kavling 20 Sei Lekop,Tanjunguncang ini diduga belum menyelesaikan kewajibanya, seperti pembayaran pajak dan pesangon karyawan. Padahal perusahaan ini dikabarkan akan menjual perusahaan ke pihak lain.

"Dugaan ini berdasarkan temuan yang kita dapatkan. Jika ini terjadi, maka akan berpotensi pada kerugian keuangan negara," ujar Ketua Klarifikasi Antar Wilayah Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Pemantau Penyelenggara Negeri Republik Indonesia (LPPNRI), Gali Latif.

Menurut Latif, temuan ini didasari penelusurannya ke beberapa instansi terkait, salah satunya Kantor Pajak Madya Batam. Dari data yang diperoleh, perusahaan yang beroperasi sejak 2005 ini, baru mengurus nomor pokok wajib pajaknya pada 2008. Sementara sampai saat ini, Kantor Pajak Madya belum mengetahui kalau PT Perkasa Melati akan segera hengkang dan akan menjual perusahaannya ke pihak lain.

"Kita meminta pihak-pihak terkait untuk mencegah penjualan PT Perkasa Melati, sebelum perusahaan menyelesaikan segala kewajibannya. Karena diduga ada penyelewengan pajak," ujarnya.

Menurut Latif, permasalahan hengkangnya perusahaan yang tidak menyelesaikan kewajibannya, sudah terjadi beberapa kali di Batam. Dan seolah, pihak terkait membiarkannya tanpa mengantisipasi agar kejadian tidak terulang.

Sementara Chiff security Jumadi yang mewakili pihak perusahaan menyebutkan semua urasan mengenai PT Perkasa Melati disarankan konfirmasi ke pihak PT Lintas Aman Nusantara. Ini dikatakan sesuai arahan dari pihak management, Sebastian WNA asal Prancis.

"Management tidak mau ditemui dan memberikan komentar apapun terkait akan hengkang perusahaan ini. Semua diserahkan ke pihak PT Lintas Aman Nusantara,"kata Jumadi.

Dari pernyataan Jumadi ini timbul bebekecurigaan, dimana informasinya PT Lintas Aman Nusantara yang berkantor di daerah Tiban Center ini bergerak dalam bidang penyedian jasa pengamanan, sementara PT Perkasa Melati diduga akan meyelewengkan pajak yang berakibat merugikan negara. (bur)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved