Pendidikan
Mutu Pendidikan Batam Jauh Dibawah Indragiri Hilir
Mutu Pendidikan Batam Jauh Dibawah Indragiri Hilir
Laporan Tribunnews Batam, Zabur Anjasfianto
TRIBUNNEWSBATA.COM, BATAM - Mutu pendidikan di Kota Batam masih jauh dibawah daerah Indragiri Hilir, Riau. Sementara untuk biaya pendidikan Batam diatas dari daerah atau kota-kota lain. Untuk itu Walikota Batam, Ahmad Dahlan diminta melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Muslim Bidin terkait mutu pendidikan itu.
Selain itu juga Kepala Disdik Kota Batam, julga melakukan evaluasi terhadap permasalah pendidikan yang ada seperti maraknya pungutan yang dilakukan pihak sekolah. Demikian disampailkan anggota komisi IV DPRD Batam, Udin Silaloho menanggapi pungutan uang pemantapan di SMPN 11 Batam.
"Mutu pendidikan kita jauh dibawa Indragiri Hilir sementara untuk biaya pendidikan, kita sudah jauh diatas dari kota-kota lain,"ujarnya.
Udin mengatakan tidak ada lagi namanya pungutan disekolah. Namun dilapangan pihak sekolah beralasan semua atas persetujuan orang tua dan komite ini. Pungutan itu diperbolehkan atas pengetahuan kepala sekolah, kepala Disdik dan ditembuskan kepada Walikota.
"Pungutan itu harus sepengetahuan kepala sekolah, kepala dinas pendidikan dan ditembuskan kepada walikota batam, bukan sekedar persetujuan orang tua murid,"terang Udin.
Menurutnya jika disetujui Kepala Disdik dan Walikota, uang yang dipungut dari orang tua siswa haru ada pertanggungjawabannya. Selain itu juga dijelaskan uang tersebut dikemanakan dan dialokasikan untuk apa.
Pungutan pemantapan dan try out tidak hanya ditemukan disatu sekolah saja. Untuk itu pihaknya mengimbau, try out sudah dialokasikan dari APBD Provinsi Kepri, APBD Kota Batam dan dana BOS. Itu pun try out dilaksanakan tiga kali.
"Kalau sekolah melaksanakan lima kali try out sungguh tidak masuk akal bagi kita. Untuk kelas enam SD dan kelas tiga SMP masa belajarnya saja tidak sampai satu tahun dan hanya simbal bulan saja. Jika try out dilakukan selama tiga kali sudah cukup bagus. Kalau juga dipaksakan sampai lima kali pelaksanaan try out, nanti pada hari H-nya yang timbul kepada anak hanya kecemasan saja. Karena para pelajar ini sudah kelelahan dan down mengikuti try out,"terangnya. (bur)