Kelangkaan BBM
BBM Naik, Masyarakat Miskin Diprediksi Naik Jadi 12 Ribu KK
BBM Naik, Masyarakat Miskin Diprediksi Naik Jadi 12 Ribu KK,Pengeluaran Tambahan Sampai Rp 400 Ribu
TANJUNGPINANG, TRIBUN- Rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah pusat, bakal menambah jumlah masyarakat miskin di Kota Tanjungpinang. Tak tanggung-tanggung, dari sekitar 9 tibu rumah tangga miskin (RTM) bisa naik menjadi sekitar 12 ribu RTM.
“Jika pemerintah jadi menaikan harga BBM, maka bisa dipastikan inflasi di Kota Tanjungpinang akan naik. Hal itu jelas akan bedampak pada naiknya jumlah rumah tangga miskin,” ujar Kepala BPS Kota Tanjungpinang, Ir Abriansyah Muller pada Tribun Batam, Jumat (16/3).
Pada Februari 2012 lalu, seluruh kota di Sumatera mengalami deflasi. Termasuk di Kota Tanjungpinang yang deflasinya mencapai 0,31 persen. Deflasi itu disebabkan oleh turunnya indeks harga kelompok bahan makanan sebesar 2,44 persen.
Namun jika harga BBM naik, maka diperkirakan inflasi di Kota Tanjungpinang bakal mencapai 5 sampai 7 persen. Itu bakal termasuk dalam inflasi tertinggi di Kota Tanjungpinang. Namun tak separah Papuan yang diperkirakan mengalami inflasi sampai 9 persen.
“Inflasi di Tanjungpinang terpengaruh karena daerah ini bukan daerah penghasil. Tapi inflasinya tidak setinggi Papua karena ada beberapa bahan pangan yang didatatangkan dari Batam dan luar negeri,” jelas Muller.
Diperkirakan harga bahan pangan bisa naik sampai 25 hingga 30 persen. Sedangkan bahan non pangan naik antara 10 sampai 25 persen. Dengan catatan tidak ada oknum-oknum yang bermain harga dengan menimbun barang.
Dengan kenaikan harga tersebut, BPS Kota Tanjungpinang memperkirakan setiap rumah tangga terpaksa mengeluarkan biaya bulanan tambahan antara Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu.
“Untuk masyarakat menengah keatas itu tak jadi masalah. Tapi untuk masyarakat menengah ke bawah akan menimbulkan dampak yang besar. Kasihan sekali karena dalam sehari mereka terpaksa mengeluarkan biaya tambahan antara Rp 12 ribu sampai Rp 13 ribu,” jelas Muller.
Kondisi itu jelas akan menambah jumlah masyarakat miskin. Saat ini masyarakat miskin di Kota Tanjungpinang 9925 rumah tangga atau sekitar 12 persen. Dengan kenaikan harga BBM tersebut, bisa bertambah sampai 12 ribu rumah tangga atau menjadi 14 persen.
Muller sendiri menyayangkan hingga saat ini Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dari pusat, belum menyerahkan angka kemiskinan terbaru. Padahal seharusnya sudah disampaikan pada Februari lalu.
Data itu dapat menjadi acuan pada saat penyerahan bantuan langsung tunai. Dimana pemerintah pusat akan memberikan BLT sebesar Rp 150 ribu per bulan selama delapan sampai Sembilan bulan. “BLT ini bukan lagi per keluarga, tapi per orang dalam keluarga. Jadi kami masih menunggu data itu,” sebut Muller.(opi)