Sport
60 Karateka Gabdika Shito Ryu Kai Dojo Tiban Ujian Kenaikan Sabuk
60 Karateka Dojo Puri Malaka Dan Tiban Housing Ujian Kenaikan Sabuk
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Sedikitnya ada 60 an Karateka yang tergabung dari Dojo Tiban Housing dan Puri Malaka, Minggu (18/3/12) mengikuti uji kenaikan sabuk, dari sabuk Putih kyu 10 ke sabuk Kuning kyu 9. Hal ini dilakukan di Perguruan Gabdika Shito Ryu Kai Dojo Puri Malaka.
Ketua Dewan Guru, Arjuan ditemui di Dojo Puri Malaka menuturkan uji kenaikan sabuk ini merupakan salah satu proses dari pembelajaran beladiri karate. Uji kenaikan sabuk sediri, sambung Arjuan meliputi tiga aspek, diantaranya Seni, Olahraga dan Bela Diri.
"Untuk materi ujinya sendiri meliputi tehnik pukulan (teusuki), tangkisan (uke), tendangan (geri), kuda-kuda (daci) serta ujian kata atau jurus dan koumite atau paiting," kata Arjuan.
Untuk penguji, Arjuan menyebutkan pihaknya mendatangkan penguji atau guru dari Dojo lain, yang ada di Batam. "Ya kalau guru dari Dojo Puri Malaka atau Tiban Housing, tentunya tidak adil, makanya kami datangkan guru dari dojo lain," terang Arjuan seraya menambahkan untuk guru di Dojo Puri Malaka dan Tiban Housing, antara lain M Hufron, M Arifin, Nandi dan Rian.
Arjuan menambahkan bahwa karate merupakan olah raga yang memerlukan gerakan seluruh tubuh ke semua arah. Hal tersebut berbeda dengan beberapa cabang olah raga lain yang hanya terfokus pada anggota tubuh tertentu, misalkan tangan saja atau kaki saja. Oleh karenanya, karate merupakan latihan yang tepat bagi yang memperhatian perkembangan fisik secara keseluruhan.
"Untuk menyelesaikan satu set latihan karate (dalam hal ini latihan kata) hanya diperlukan waktu satu sampai dua menit. Terlebih lagi, semakin sering kata tersebut dilatih, semakin cepat dan terampil gerakannya, semakin pendek waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu set kata. Hal ini merupakan satu keunggulan lain dari latihan karate, terutama bagi mereka yang kesibukan keseharian memiliki waktu yang terbatas untuk berolah raga," terang Arjuan.
Terlebih pada anak-anak, tentunya dengan olah raga bela diri ini mampu menumbuhkan kepercayaan diri mereka.
"Yang terpenting olah raga karate ini bisa dilakukan oleh mereka yang lemah fisiknya, wanita, anak-anak, maupun yang usia sudah lanjut, yaitu dengan cara; setiap orang bisa menyesuaikan latihan karate sesuai dengan kondisi fisiknya. Karena satu unit latihan (Kata), hanya makan waktu satu sampai dua menit, Tidak akan terjadi latihan yang terlalu berat atau kelelahan fisik akibat latihan karate. Terlebih lagi, semakin seseorang terbiasa latihan karate, teknik-teknik yang dimiliki semakin bagus, dan gerakan-gerakannya dengan sendirinya menjadi semakin kuat," papar Arjuan.
Senada juga diungkapkan M Hufron yang merupakan salah satu guru di dojo Puri Malaka dan Tiban Housing, sebagai latihan fisik, manfaat karate bisa dibuktikan secara ilmiah. Bahkan ketika seseorang baru melatihnya dalam jangka waktu kurang dari satu tahun, dia dapat dengan mudah merasakan peningkatan daya tahan tubuh secara dramatis dibandingkan sebelum melakukan latihan.
"Master Itosu
dan Azato almarhum (keduanya merupakan guru Funakoshi almarhum) dulunya
merupakan anak-anak yang lemah secara fisik. Tapi setelah mulai latihan
karate, mereka dapat tumbuh dan berkembang sebagai pemuda yang kuat dan
kemudian menjadi master senior (masternya para master) dikemudian hari,"
kata M Hufron.
*Menjadikan Anak-anak Kejalan Yang Positif
Dibagian lain, Faisal salah satu orangtua yang anaknya mengikuti bela diri karate di Gabdika shito ryu kai Dojo Puri Malaka menuturkan dengan mengikuti bela diri ini, putranya kini sudah mulai kurang bermain game online, bahkan putranya yang sebelumnya tidak percaya diri dalam belajar, kini sudah mulai percaya diri dan disiplin.
"Bahkan sara persaudaraannya lebih tinggi dan sebelum-sebelumnya," kata pria yang juga merupakan ketua RT 03 Puri Malaka ini.
Faisal menambahkan, selain dirinya, para orangtua lainnya, khususnya di Puri Malaka sangat mendukung sekali kegiatan ini, bahkan dari sebelumnya hanya berjumlah belasan orang, kini sudah menjadi 40an anak yang ikut.
"Dan selain karate, kami pihak perumahan dan pengurus RT RW juga menyediakan taman bacaan serta TPQ, sehingga anak-anak kami kelak, selain bekal dunia, bekal akhirat juga tercukupi," pungkas Faisal. (mau)