Korupsi
Kepala PKD Provinsi Kepri Ditahan Kasus Pupuk Bersubsidi
Kasus Penyelewengan Pupuk Subsidi
BINTAN, TRIBUN - Kasus dugaan penyelewengan penyaluran 12 ton pupuk subsidi, yang menetapkan Baharudin, Kepala Pusat Koperasi Distribusi (PKD) Provinsi Kepulauan Riau memasuki babak baru. Baharudin resmi ditahan Polres Bintan, Senin (19/3) malam.
Ia dijemput ke pemukimannya di RT 01/02 kampung Bangunrejo, Kelurahan Gunung Lengkuas. Ketua RT 01, Ridwan memaparkan buser dari Polres Bintan datang malam itu. Namun saat bersamaan, ada aktifitas belajar ngaji di rumah Bahar. Ridwan pun meminta polisi menunggu hingga pengajian selesai
‘’Polisi kala itu datang habis maghrib, mereka menunjukkan surat perintah penahanan pak Baharudin kepada kami. Namun saat itu kami bilang, Jangan dulu pak nanti sehabis pengajian selesai aja,’’ sebut Ridwan.
Kebetulan, menurut penuturan Ridwan, setiap selasa malam masyarakat punya agenda pengajian rutin. Selepas pengajian itu Bahar kemudian diminta datang ke rumah Ketua RW.
‘’Pak Baharudin datang, saat itu polisi langsung menerangkan sekaligus menunjukkan surat penangkapan itu. Sewaktu penangkapan, pak Baharudin sangat koperatif, sewaktu berangkat ke Polres, dia juga nyetir mobilnya sendiri sambil diikuti mobil polisi,’’ cerita Ridwan.
Ia menyebut Bahar salah satu tokoh agama di lingkungan itu, dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. ‘’Pak Baharudin ini ketua takmir masjid di perumahan," ungkapnya.
Kasatreskrim Polres Bintan AKP Reonald TS Simanjuntak S,ik membenarkan penangkapan dan penahanan Baharudin. "Sementara ini baru Baharudin," singkat Reonald, saat dikonformasi kemarin.
Sebelumnya polisi mengamankan 14 ton pupuk subsidi ini di wilayah Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong pada 23 Desember tahun lalu. Pupuk ini akan dikirimkan kepada para petani di wilayah Sebong Pereh. Aparat mencium adanya indikasi salah penyaluran oleh PKD sebagai distributor saat itu.
Nilai nominal pupuk mencapai Rp. 19.2 juta. Menurut pengakuan Baharudin sebelumnya, pupuk subsidi ini dimuat di tiga truk akan diantar ke CV Bintan Delima sebagai pengecer di daerah Teluk Sebong. Namun CV Bintan Delima sendiri ternyata sudah lama tidak aktif.