Kelangkaan BBM

Kios BBM di Kecamatan Kundur Banyak Tutup

# Lembaga Perlindungan Konsumen Karimun Minta BBM di Bagi Merata.

Laporan Tribunews Batam, Ahmad Yani.

TRIBUNEWSBATAM, TANJUNGBATU- Hampir seluruh kios Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kecamatan Kundur tutup. Tidak ada kejelasan dari pemilik kios sebab banyaknya kios BBM di Kecamatan Kundur ini tidak menjual BBM lagi. Namun yang pastinya, tutupnya kios BBM ini dipengaruhi rencana pemerintah pusat yang akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 1 April mendatang.

Informasi yang dihimpun  tribun di lapangan, cepatnya kios-kios  BBM kehabisan stok  di wilayah Kecamatan Kundur diduga akibat pengaruh dari rencana kenaikan harga BBM ini. Selain itu, banyak para pengguna BBM ini banyak membeli bahan bakar dengan sebanyak kemampuan yang warga miliki.

Selain itu, banyak pemilik kios BBM yang sudah memiliki Surat Izin Tepat Usaha (SITU) yang dikeluarkan Kecamatan ini tidak mendapatkan BBM yang cukup dan pendistribusian BBM ini tidak disalurkan secara merata.

Hal ini dikatakan Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Kabupaten Karimun, Ikhsan Muaral, menurutnya, pemilik kios BBM yang sudah mendapatkan SITU dari Kecamatan ini tidak mendapatkan BBM yang cukup.

"Seharusnya kios BBM  yang telah mendapatkan SITU, yang dikeluarkan oleh pihak Kecamatan harus dapat BBM secara merata dan tidak boleh, tidak dapat BBM, karena sudah dikeluarkan izin dan Kecamatan, "kata Ikhsan ketua Lembaga Perlindung Konsumen Kabupaten Karimun berdomisili di Tanjungbatu, Kecamatan Kundur .

Ikhsan menambahkan, kelangkaan BBM menjelang kenaikan harga Bahan Bakar minyak di sejumlah kios di Kecamatan juga dipicu adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi seperti BBM untuk kuota Kundur banyak dijual ke luar.

"Ada indikasi jatah kuota BBM di Kundur ini dijual ke daerah lain. Terutama menyangkut minyak tanah. Dan ini disampaikan masyarakat kepada kami,"ungkap Iksan.

"Kami berharap, saat ini  banyak masayarakat menyampaikan kepada kami, ada indikasi jatah kuaota minyak didaerah Kundur dijual ke daerah lain, terutama menyangkut minyak tanah,"ungkap Ikhsan.
.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved