Kelangkaan BBM
Kapolda Kepri Brigjen Yotje Mende : Siaga Keamanan Jelang Kenaikan BBM
Kasus pelaku penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berhasil ditangkap petugas beberapa waktu
TRIBUNNEWSBATAM.COM,
BATAM - Kasus pelaku penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berhasil
ditangkap petugas beberapa waktu lalu. Seperti, di Tanjung Pinang dan di
Sekupang kini sudah dalam proses penanganan hukum.
Demikian dikatakan Kapolda Provinsi Kepri, Brigjen Pol Yotje Mende, usai apel Apel Gabungan TNI,Polri Pemerintah dan Masyarakat dalam rangka pengamanan kenaikan BBM di Kepri Mal Batam Centre. Senin (26/3).
Disinggung mengenai adanya aparat TNI,Polri yang membekingi penimbunan BBM itu? Kapolda mengatakan sejauh ini pihaknya belum pernah menemukan atau menangkap basah langsung aparat anggota itu.
"Kasus pelaku penimbunan BBM di Pinang dan di Sekupang sudah kita proses. Mengenai ada yang mengatakan TNI Polri ada dibelakangnya, itu tidak benar, saat penangkapan kita tidak menemukan itu. Saat penangkapan kami hanya menemukan masyarakat saja,"ujarnya.
Namun jika, nantinya ada ditemukan keterlibatan anggota aparat TNI Polri, kata Kapolda, akan ditindak secara hukum. Untuk anggota TNI akan diserahkan ke POM, Korem Kodim. Sedangkan, untuk anggota Polri akan diserahkan ke Polda Kepri untuk ditindak secara hukum.
Sementara, apel kesiapan siagaan yang digelar dihalaman Kepri Mall tak lain guna, mengamankan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM 1 April mendatang.
Apel kesiap siagaan tersebut melibatkan sekitar 1.200 personil dari TNI Polri, Pemerintah dan segenap masyarakat, yang bersinergi siap mengantisipasi gejolak yang akan muncul nantinya.
"Jangka wktu pengamanan yg dilakukan tergantung situasi, pengamanan lebih mengedepankan aspek pencegahan secara persuasif, prosedur mekanisme yang sesuai,"katanya.