Jiran

Pria Perancis Diduga Dalang Pengeboman KBRI Paris

Seorang pria Perancis yang pernah belajar dengan kaum militan Islam di Indonesia diduga telah mendalangi pengeboman di kedutaan besar Indonesia

TRIBUNNEWSBATAM, JIRAN - Seorang pria Perancis yang pernah belajar dengan kaum militan Islam di Indonesia diduga telah mendalangi pengeboman di kedutaan besar Indonesia di Paris pekan lalu, kata Kepala Badan Anti Teror Indonesia, Ansyaad Mbai, Kamis (20/3/2012).

Penegasan Ansyaad itu beradasarkan sejumlah e-mail dan percakapan online yang berhasil disadap. Bom yang meledak pada 21 Maret itu tidak menimbulkan korban cedera atau kerusakan besar pada bangunan kedutaan.

Ansyaad mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa para penyidik Perancis telah mengonfirmasi, tersangka utama pengeboman itu adalah Frederic C Jean Salvi. Pria itu diyakini selama beberapa tahun telah belajar bersama kaum militan di Indonesia.

Serangan tersebut tampaknya bermotif sebagai sebuah peringatan bagi Indonesia untuk menghentikan penindakan terhadap para teroris selama beberapa tahun terakhir yang telah mengakibatkan penangkapan, penghukuman dan pemenjaraan ratusan militan. Indonesia mendapat dukungan dana AS dan Australia dalam menindak para teroris.

"Ada sejumlah indikasi kuat bahwa dia (Salvi) terlibat dalam pengeboman pada misi kami di Paris," kata Ansyaad.

Pria Perancis itu telah tercantum dalam daftar pencarian orang di Indonesia sejak 2010 ketika polisi menggerebek sebuah rumah di Jawa Barat. Ia dan sejumlah anggota lain dari sebuah sel teror yang kecil -yang diduga telah merencanakan serangan bom mobil ketika polisi menyerang- berhasil melarikan diri.

Salvi juga telah dicari oleh Interpol terkait sejumlah kejahatan yang dia lakukan di Perancis. Dia diduga berada di Perancis.

Indonesia telah memerangi teroris sejak tahun 2002 ketika kelompok Jemaah Islamiyah (JI) yang punya link dengan Al Qaeda menyerang dua klub malam di Bali. Serangan itu menewaskan 202 orang, kebanyakan wisatawan mancanegara.

Meskipun masih melakukan sejumlah serangan mematikan lainnya pada tahun-tahun berikutnya, sejak saat itu sebagian besar jaringan JI telah terbongkar, digantikan sejumlah kelompok yang lebih kecil dalam bentuk sel-sel kurang terorganisir.

Ansyaad mengatakan, sejumlah e-mail dan percakapan online yang disadap penyidik Indonesia menunjukkan Salvi terlibat dalam ledakan di kedutaan itu dan bahwa kaum militan Indonesia membantu dia.

Aksi pengeboman itu itu tampaknya terkait dengan sebuah serangan yang mirip pada Oktober 2004 di kedutaan sama yang melukai 10 karyawan, kata Ansyaad. Kedua bom itu meledak pada sekitar pukul 5 pagi dan ditempatkan di bawah jendela yang sama.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved