Kamis, 23 April 2026

Kenaikan BBM

PAN: PKS Harus Tegaskan Sikap, Koalisi atau Oposisi

"Sebaiknya PKS konsisten. Saatnya tegaskan sikap, masih ingin koalisi atau jadi oposisi,"

TRIBUNNEWSBATAM, JAKARTA - Koalisi kembali memanas terkait keputusan berbeda yang diambil Partai Keadilan Sejahtera (PKS) soal kenaikan harga BBM bersubsidi. Partai Amanat Nasional (PAN) meminta PKS segera menentukan sikap, tetap berkoalisi atau 'angkat koper' menjadi oposisi.

"Sebaiknya PKS konsisten. Saatnya tegaskan sikap, masih ingin koalisi atau jadi oposisi," kata Wakil Ketum PAN Drajad Wibowo kepada detikcom, Senin (2/4/2012) malam.

Drajad menyebut sikap politik berbeda yang diambil PKS merupakan pilihan yang bebas diputuskan parpol. Namun dalam koalisi ada aturan yang harus disepakati bersama yakni tetap mendukung kebijakan pemerintah.

"Saya rasa akan lebih elok dan dihormati masyarakat jika PKS secara tegas menentukan sikapnya di koalisi. Apakah tetap bersama atau memilih (jalan) seperti PDIP beroposisi," tandasnya.

Seperti diketahui pasca paripurna DPR membahas RUU APBN Perubahan terkait kenaikan harga BBM bersubsidi, sejumlah petinggi Demokrat lantang bersuara mempermasalahkan sikap PKS yang dianggap membangkang.

Kerisauan kader Demokrat ini pun disampaikan langsung ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ketua setgab koalisi dalam rapat pengurus DPP Demokrat, Minggu (1/4).

Ketum Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan SBY akan menggelar rapat Setgab untuk meminta pendapat petinggi parpol koalisi lainnya terkait nasib PKS.

"Menurut saya SBY sebagai ketua koalisi perlu mengambil sikap tegas. Jika tidak, partai-partai seperti PAN, PPP dan PKB akan terus dirugikan oleh kondisi ini," ujar Drajad di akhir wawancara.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved