Kenaikan BBM
Premix Jadi Alternatif Pertamax dan Premium
Menurutnya, Pertamina perlu menyediakan bahan bakar minyak (BBM) dengan oktan 90 untuk menekan anggaran subsidi BBM.
Menurutnya, Pertamina perlu menyediakan bahan bakar minyak (BBM) dengan oktan 90 untuk menekan anggaran subsidi BBM.
Jenis BBM yang lebih dikenal dengan nama Premix itu, akan menjadi alternatif BBM antara jenis bensin premium dan Pertamax.
Kehadiran Premix tersebut berpeluang menekan penggunaan BBM bersubsidi. "Harga bahan bakar ini berada di antara harga Pertamax dan premium atau jatuhnya sekitar Rp 7.250 per liter," ungkap dia di Jakarta, Rabu (4/4/2012).
Premix sebenarnya bukan jenis BBM baru di Indonesia. Beberapa tahun lalu, Pertamina juga pernah menjual Premix sebelum akhirnya dihapus dan digantikan Pertamax dan Pertamax Plus.
Menurut Widjajono, Premix bisa menjadi pilihan bagi pemilik mobil pribadi yang merasa keberatan bila harus membeli Pertamax.
Maklum, saat ini harga Pertamax sudah mencapai Rp 10.000 per liter dan mulai memberatkan kantong pemilik mobil pribadi yang selama ini menggunakan Pertamax.
Widjajono berharap, mobil pribadi tidak menggunakan BBM bersubsidi terlalu banyak bila sudah tersedia Premix. Walau lebih mahal ketimbang premium, pemilik mobil pribadi tetap menikmati subsidi dari pemerintah lantaran harga jual Premix juga disubsidi negara.
"Namun Premix tidak disubsidi penuh sebagaimana yang diterapkan pada BBM jenis premium," tambah dia.
Hitungan Widjajono, negara bisa memberikan subsidi Rp 1.850 per liter bagi Premix, jika harga jualnya Rp 7.250 per liter. Tapi, subsidi ini masih lebih rendah ketimbang subsidi bagi BBM jenis premium. Sebagai gambaran, saat ini pemerintah memberikan subsidi Rp 3.700 per liter bagi premium.
Nilai subsidi itu dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$ 105 per barel.
Pengamatan Widjajono, semenjak harga Pertamax melambung, banyak pemilik mobil pribadi yang mencampur Pertamax dengan premium. Bahkan banyak yang kemudian beralih sepenuhnya ke premium sejak harga Pertamax mencapai Rp 10.000 per liter.
Belum tentu efisien
Pertanyaannya, kapan Premix akan tersedia di pompa bensin? Widjajono mengaku belum menyampaikan usulannya kepada PT Pertamina.
Vice President Communication Corporate Pertamina, Mochamad Harun, mengatakan, pencampuran (blending) antara premium dan Pertamax untuk menghasilkan BBM oktan 90 memang memungkinkan.
"Tetapi, sebenarnya harganya juga tidak akan jauh berbeda dengan Pertamax. Disparitas harga masih akan tetap tinggi," kata dia.
Harga BBM oktan 90 hanya terpaut Rp 200 per liter lebih murah daripada harga Pertamax. Sementara harga keekonomian premium berbeda sekitar Rp 300 per liter dengan Pertamax.