Shopping

Harga Sembako di Pasar Tradisional Batam Normal

Harga Sembako di Pasar Tradisional Batam Normal


Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Sepekan lebih pasca isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), 1 April lalu, sejumlah harga sembako di pasaran masih tetap normal.

“Ada pengaruhnya, tapi cuma naik beberapa ribu aja, dan itupun masih normal,” ucap Yanti, pedagang di Pasar Bengkong Harapan, Senin (9/4).

Lebih lanjut Yanti mengatakan kenaikan harga itu hanya terjadi pada beberapa bahan, dan sejauh ini belum ada keluhan dari pembeli.

“Cabe merah, sebelumnya, Rp 24 ribu sekarang Rp 26 ribu,” tegasnya. Sedangkan untuk cabe hijau dijual kisaran harga Rp 20 ribu, dan cabe rawit, Rp 19 ribu, yang menandakan belum terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan.

Untuk telur per papannya masih dijual seharga Rp 28 ribu, kentang medan yang biasa dijual seharga Rp 10 ribu per kilonya kini turun menjadi Rp 7 ribu. Harga bawang jawa berkisar antara Rp 10 hingga Rp 12 ribu sedangkan bawang putih kisaran Rp 10 ribu.

“Naiknya nggak tentu, tomat merah beberapa hari kemarin sempat dijual Rp 20 ribu per kilo, padahal normalnya Rp 9 ribu. Itu karena stok disana juga habis, sekarang udah normal,” bebernya.

Harga minyak goreng curah perkilonya meningkat Rp 500, jika sebelumnya dijual seharga Rp 10.500, kini menjadi Rp 11 ribu, sedangkan harga minyak goreng kemasan per 2 liternya dijual seharga Rp 23 ribu.

“Kalau di toko-toko besar, Sabtu kemarin, minyak goreng kemasan sudah naik. Itu karena dari agennya juga menaikkan harga, mungkin di sini naiknya Minggu depan,” beber Yanti.      

Ia juga menambahkan untuk harga beras terjadi peningkatan Rp 1.000. Terutama untuk beras Bumi Ayu.

“Harga beras ada yang Rp 6.500, Rp 7 ribu, yang paling mahal beras Bumi Ayu Rp 11 ribu per kilonya,” jelasnya.

Dari pantauan Tribun, harga sayur-mayur juga masih normal berkisar antara Rp 6-Rp 12 ribu per kilonya. Kemungkinan terjadinya kenaikan harga, menurut salah seorang pedagang sayur disebabkan keadaan yang kondisional.

“Harga sayur itu tidak bisa tetap. Minggu (8/4), saya jual kangkung, bayam, Rp 8 ribu perkilonya, itu karena ramai, padahal normalnya Rp 6 ribu. Kalau pasar sepi pembeli. bisa dijual Rp 1.000 per ikatnya. Sayur kan nggak bisa tahan lama,” ucapnya.

Kemungkinan lain harga sayur turun juga bisa disebabkan banjir alias produksi sayur di perkebunan meningkat sehingga sayur banyak terdapat di pasaran. Sedangkan untuk kacang panjang dijual Rp 12 ribu per kilonya.

“Kalau kacang panjang memang mahal karena itu yang bagusnya,” katanya.

Harga ayam potong per kilonya juga normal berkisar Rp 21-Rp 25 ribu, sedangkan harga ikan terjadi peningkatan. Ikan timun dijual seharga Rp 25 ribu per kilonya, ikan mata bulat, Rp 27 ribu,dan ikan kakap, Rp 35 ribu. Sebagian ikan yang dijual dalam kondisi sudah tidak segar lagi, insangnya berwarna merah pudar.

“Biasanya ikan timun dan ikan mata bulat nggak sampai segitu dijualnya, paling Rp 20 atau Rp 23 ribu. Mungkin karena angin kencang, jadi nelayan tidak banyak yang melaut,” ujar seorang Ibu Rumah Tangga.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved