Kamis, 11 Juni 2026

Budaya

LAM Bisa Jadi Payung Keragaman Budaya dan Adat Istiadat

-Ahmad Dahlan Lounching Buku Adat Istiadat Perkawinan Melayu Kota Batam

Tayang:

Laporan Tribunnews Batam, Zabur Anjasfianto

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM-Keberadaan Lembaga Adat Melayu (LAM) bisa menjadi panyung budaya dan adat istiadat yang ada di Kota Batam. Dengan beraneka ragam budaya dan adat istiadat yang ada, LAM Kota Batam bisa menyatukan dan mengenalkan kepada masyarakat.

Untuk itu dengan Pengukuhan dan Pelantikan pengurus LAM Kota Batam Masa Khidmat 2011-2016, bisa membawa Batam lebih maju dengan keragaman budaya yang ada. Demikian disampaikan Walikota Batam, Ahmad Dahlan dalam sambutan usai pengukuhan LAM Kota Batam yang dipimpin Nyat Kadir, di Gedung Nong Isa, LAM Batam, Sabtu (14/4) malam. 

Dahlan mengatakan ada beberapa tanggapan yang mengatakan Batam ini tidak bertuan dulunya, namun dengan keberadaan pemerintah Raja Nong Isa pada tahun 1829, menujukan Batam sudah lama dipimpin budya Melayu. Dari sinilah diambill pula kelahiran Kota Batam sejak 18 Desember 1829. "Dengan pengukuhan LAM Kota Batam ini, kami berharap menjadi payung semua keberagaman budaya dan adat istiadat yang ada di Kota Batam,"ujar Dahlan. 

Sementara dalam pengukuhan LAM Kota Batam, langsung dilantik oleh Datok Sri Amanah Abdul Razak, Ketua LAM Kepri. Pengukuhan LAM Kota Batam ditandi dengan penandatangan dan penyerahan kris serta digelar tepung tawar. Selain itu juga dilakukan peluncuran buku berjudul Adat Istiadat Perkawinan Melayu Kota Batam yang merupakan karya pertama dari LAM Kota Batam. Didalam buku itu tertulis tentang tata cara dan seluk beluk pelaksanaan pernikahan dengan adat Melayu.

Peluncuran dikemas dalam bentuk pementasan Teater Bangsawan dengan lakon Pendekar Bujang Lapuk dihadapan semua undangan dan tamu kehormatan. Selain itu, LAM juga mengukuhkan buah hulu kemboje dan epok-epok sebagai makanan khas Melayu. Buah kulu kamboja mungkin belum banyak dikenal orang, namun keberadaan epok-epok sudah tak asing lagi. Demikian disampaikan Datok Sri Amanah LAM Kota Batam, Nyat Kadir.

Menurut Nyat melalui pengukuhan itu, LAM berniat untuk menyegel dua camilan tersebut agar tidak diambil oleh daerah lain sekaligus untuk melestarikan kekhasan masyarakat melayu. Pengukuhan makanan tersebut tidak hanya akan dilakukan satu kali. LAM akan mengadakan kegiatan seperti itu secara berkelanjutan untuk menjaga khazanah kuliner Melayu.

“Banyak khas-khas yang harus kita lestarikan agar dapat dinikmati oleh rakyat bebas, agar dikenal luas. Banyak khazanah kuliner kita yang bisa dijual sehingga dapat membantu kehidupan ekonomi masyarakat,” kata Nyat Kadir lagi. (bur)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved