Hilang Lima Hari, Okta Diduga Di Diperkosa Kemudian Dibunuh
Dari keterangan yang dihimpun di lokasi, jasad bocah malang ditemukan seorang warga yang hendak mencari burung.
Dari keterangan yang dihimpun di lokasi, jasad bocah malang ditemukan seorang warga yang hendak mencari burung. Warga melihat sesosok benda mirip boneka telungkup mengenakan seragam Pramuka.
Karena penasaran, warga tersebut mengeceknya. Setelah dilihat, ternyata bukan boneka, tapi sesosok mayat yang sudah mulai membusuk. Ia lantas melaporkan penemuan tersebut ke Mapolsek Sukarami, yang langsung melakukan olah tempat kejadian.
"Kami juga tahu dari warga yang melihat dari nama di bajunya, kalau itu Okta. Saat mendengar itu, kami semula tidak percaya. Saat kami lihat, memang benar nama di baju Oktaviani, dan lokasi sekolahnya SD Al Hikmah Palembang," ujar Lili, bibi korban ketika ditemui di lokasi penemuan.
Setelah dilakukan olah tempat kejadian, ternyata Okta tidak mengenakan celana dalam, dan kondisi rok-nya sudah terangkat hingga pinggang. Diduga, korban diperkosa sebelum dibunuh.
Jilbab korban juga tidak ada di lokasi penemuan, serta terdapat luka bekas sayatan di lengan kanan, leher, dan kening. Untuk mengetahui lebih jelas penyebab kematiannya, jenzah Okta langsung dibawa ke kamar mayat RSMH Palembang untuk divisum.