Breaking News:

Investasi

Investasi di Karimun Diprediksi Capai Rp 7 Triliun

Investasi Diprediksi Capai Rp 7 Triliun

Editor:
Investasi di Karimun Diprediksi Capai Rp 7 Triliun
Tribunnewsbatam/ net/ist
Coastal Area di Karimun
Laporan Tribunnews Batam M Sarih

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Status free trade zone (FTZ) yang disandang pulau Karimun cukup berpengaruh terhadap meningkatnya investasi. Saat ini saja nilai investasi yang telah masuk di kawasan ini telah mencapai Rp 3,5 triliun. Dalam setahun mendatang malah diperkirakan mencapai Rp 7 triliun.

“Setelah FTZ, total investasi diprediksikan mencapai Rp7 triliun. Saat ini saja yang sudah terealisasi dari dua industri besar seperti PT Saipem dan PT Oil Tanking sudah mencapai setengahnya,” kata Ketua BP FTZ Karimun HM Taufik Ilyas kepada Tribun, belum lama ini.

Taufik Ilyas mengatakan kalau investasi yang baru tercapai setengahnya itu baru sebatas menyelesaikan pengerjaan pembangunan seperti untuk sarana prasarana, infrastruktur perusahaan dan pematangan lahan saja. “Kalau sudah seluruhnya, dalam setahun ini bisa mencapai Rp 7 triliun,” tambahnya.
           
Saat ini sudah berdiri perusahaan asing dengan nilai investasi rutusan juta dollar Amerika. Dari pengakuan HM Taufiq, PT Saipem Karimun Yard sebagai perusahaan fabrikasi dan anjungan minyak lepas pantai berencana investasi sekitar 400 juta dolar AS atau sekitar Rp 3 triliun.

Satu lagi investasi besar juga berasal dari penanaman modal asing (PMA), jelas HM Taufiq, telah berdiri. Yakni, perusahaan yang bergerak di bidang terminal bahan bakar minyak, PT Oiltanking.

“PT Oiltanking diperkirakan berinvestasi sekitar 300 juta dolar AS. Dan, nilai investasi lainnya berasal dari sejumlah perusahaan shipyard seperti PT Karimun Marine Shipyard, PT Multi Ocean Shipyard dan sejumlah investasi industri pendukung lainnya.  
           
Pertumbuhan investasi di FTZ Karimun, kata HM Taufiq, lebih pesat jika dibandingkan dengan kawasan FTZ seperti di Batam atau di Pulau Bintan.

”Kalau disebut FTZ Karimun jalan di tempat, tidak benar. Justru pertumbuhan daerah kita lebih tinggi dibandingkan Bintan atau Batam,” tambahnya. (msa)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved