Rabu, 10 Juni 2026

Demo

Aliansi Gerakan Rakyat Batam Bersatu Gelar Aksi Sweeping Warga Malaysia

Aksi ini diawali dengan demonstrasi ke Kantor DPRD dan Kantor Imigrasi di Batam Centre

Tayang:
Laporan Tribunnews Batam, Kartika Kwartya

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM- Elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Batam Bersatu akan melakukan aksi sweeping warga Malaysia pada 2 Mei besok. Aksi ini diawali dengan demonstrasi ke Kantor DPRD dan Kantor Imigrasi di Batam Centre.

Tujuan aksi ini, meminta pemerintah untuk segera bergerak selesaikan masalah-masalah tenaga kerja Indonesia yang dirasa belum ada penuntasannya hingga sekarang. Tidak cuma tentang tiga TKI yang dikirim pulang dalam keadaan tak bernyawa beberapa waktu lalu. Tapi ini sebagai akumulasi atas banyak kejadian sebelumnya.

"Nelayan kita dibunuh di laut. Rakyat kita dianiaya di Malaysia. Kita tidak pernah menganiaya rakyat Malaysia di sini. Selama ini kita diam, kita pikir pemerintah siap tuntaskan ini. Tapi nyatanya cukup dengan Malaysia minta maaf lalu pemerintah kita diam," kata Koordinator Lapangan aksi, Hazhary di Batam Centre, Senin (30/4/2012).

Menurutnya, setiap tahun 700 jiwa TKI hilang di Malaysia akibat kekerasan. Mereka menilai Malaysia sudah sangat keterlaluan. Karena mengucapkan permintaan maaf tapi lantas kejadian serupa, penganiayaan dan kekerasan, terus berulang.

Menurut Hazhary ada 10 elemen organisasi masyarakat yang tergabung dalam aliansi ini. Pada saat berunjuk rasa nanti, mereka tidak akan membawa bendera masing-masing elemen. Tapi mereka akan mengusung bendera merah putih sebagai simbol persatuan. Aliansi Gerakan Rakyat Batam Bersatu ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang ada untuk bergabung dalam aksi tersebut.

"Kita bukan memprovokasi rakyat. Tapi menyadarkan rakyat. Batam wilayah perbatasan sehingga harus duluan bergerak. Tidak peduli Presiden merespon atau tidak. Ini stetmen kita nyatakan perang ke Malaysia," ujar Hazhary.

Ia mengatakan, rencana awal aksi ini akan dilakukan saat kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pekan lalu. Tapi kemudian dibatalkan untuk menghindari terjadinya pembiasan isu.

Adapun alasan dipilihnya Kantor DPRD sebagai sasaran aksi demonstrasi, karena mereka meminta agar pemerintah bisa bergerak lebih solutif. Sedangkan dipilihnya Kantor Imigrasi karena menurut mereka di instansi inilah awal mulanya permasalahan TKI terjadi.

"DPRD seperti tak peduli. Jangan salahkan jika rakyat dulu yang bergerak," ungkapnya.

Usai unjuk rasa, aksi dilanjutkan dengan sweeping atau menyisir hotel-hotel di kawasan Nagoya serta perusahaan-perusahaan yang memiliki tenaga kerja Malaysia di dalamnya.

"Kita akan sweeping terbuka satu hari. Setelah itu kita tetap akan sweeping selama dua hari namun dengan cara menyelinap," ungkapnya.

Aksi sweeping ini, kata Hazhary, telah diketahui oleh pihak kepolisian. Bahkan polisi akan mengawal aksi tersebut. Polisi meminta agar warga Malaysia hasil sweeping untuk diserahkan ke pihak berwajib. Dan polisi berjanji akan laksanakan keinginan aliansi yaitu segera mendeportasi warga Malaysia yang ditemukan dari aksi tersebut.

"Kami minta, warga Malaysia tidak usah datang dulu ke Batam sampai masalah ini tuntas," ujar Hazhary.

Adapun perkiraan massa yang akan turun dalam aksi ini yaitu sekitar 200 orang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved