Asusila
Dipaksa Jadi PSK, Dua Wanita Layani 10 Pria Setiap Hari
Dua Korban Trafiking Kabur dari Lokalisasi Batu 15
TANJUNGPINANG, TRIBUN- Tidak tahan harus melayani 10 pria hidung belang setiap harinya, Im (22) melarikan diri dari sebuah rumah di Lokalisasi batu 15, Jumat malam (27/4). Tanpa rasa takut akan digigit binatang berbisa, Im dan seorang ABG, sebut saja In (15) masuk ke dalam hutan menghindari penjaga lokalisasi.
“Kami kabur sekitar pukul 02.00 WIB, lewat pintu belakang. Saat dalam hutan kami ketemu seseorang dan kami minta tolong di antarkan ke jalan raya,” ujar Im, yang saat ini hamil satu bulan dan tidak mengetahui siapa ayah si jabang bayi, karena terlalu banyak melayani pria hidung belang.
Im yang baru satu bulan berada di lokalisasi tersebut, setiap hari dipaksa oleh bosnya, Ar untuk melayani tamu sebanyak-banyaknya, tanpa mendapat bayaran.
Janda beranak satu itu tiada pilihan harus melayani pria, karena selalu diancam oleh pemilik rumah, Ar.
“Saya sering pingsan, namun saya selalu dipaksa melayani tamu. Setiap saya pingsan saya diberi obat dan kemudian dipaksa melayani tamu,” ungkap Im.
Dia mengatakan melayani tamu bukan hanya orang pribumi, tertapi juga India , Bule dan China asal Singapura.
Wanita asal Jakarta bertubuh kecil berambut sebahu itu akhirnya bak mendapat angina ketika In datang pada Rabu (25/4) lalu. In yang juga merupakan korban penipuan/ Trafiking, berembuk dan berencana untuk kabur dengan Im.
Akhirnya mereka berdua memberanikan diri melarikan diri lewat pintu belakang dan masuk ke hutan-hutan.
Setelah dibantu seorang warga menuju jalan raya, akhirnya kedua korban perdagangan orang tersebut bertemu dengan petugas polisi yang melakukan patroli dan membawa keduanya ke Mapolres Tanjungpinang Jalan A Yani, sekitar pukul 08.00 WIB, Sabtu (30/4).
Di mapolres keduanya membuat pengaduan bahwa telah ditipu dan diperkosa oleh Ar, sebelum dibawa ke Lokalisasi Batu 15, Tanjungpinang. Polisi langsung memburu Ar, namun Ar sedang tidak berada di rumah, menurut tetanggnya Ar sedang berada di Jakarta .
“Kita sudah tetapkan Ar sebagai DPO, nan masih kita buru,” kata Kapolres AKBP Suhendri melalui Kasat Reskrim AKP Suhardi heri haryanto SIk, Senin (30/4).
Dia mengatakan kedua korban berkeinginan untuk segera dipulangkan ke Jakarta , karena mereka sudah trauma dengan Tanjungpinang.
Menurut Suhardi pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan beberapa saksi, dan untuk sementara kedua korban dititipkan di Shelter Tapak Sirih Tanjungpinang.
“Kita bekerjasama dengan Dinas Sosial untuk memulangkan korban ke Jakarta ,” ungkap Suhardi.
Dia emngatakan selain memburu Ar, pihaknya juga memburu Umi (warga Jakarta-red) yang menyerahkan kedua korban kepada Ar di Jakarta.
Mencari Kehidupan Layak, Malah Masuk Jurang
Maksud hati mencari kehidupan yang lebih layak, namun Im harus menemukan kehidupan yang lebih pahit. Menjadi PSK di Tanjungpinang, sebuah pekerjaan yang tidak pernah terpikir dalam kehidupannya. Im (22) janda beranak satu merasa tertipu oleh seorang kenalanya Umi, yang baru ia kenal di stasiun Kota Jakarta Pusat.
Ia dijanjikan bekerja di sebuah restoran atau café di Jakarta , ternyata ia dibawa ke Tanjungpinang untuk menjadi PSK.
Menurut Im, sebulan lalu ia berkenalan dengan Umi di stasiun Kota , tempat ia mencari nafkah sebagia pengamen. Im menawarkan pekerjaan yang lebih layak dan mendapat uang lebih banyak, tergiur dengan janji Umi, Im yang sudah dibuang oleh keluarganya tersebut menyetujuinya.
Pada 1 April 2012, Im dikenalkan dengan Ar di Jakarta dan langsung dibawa ke Hotel. Saat di Hotel tersebut Imah dicecoki dengan minuman dan diperkosa oleh Ar. Pada malam kedua hal yang sama kembali terjadi, namun kali ini Im yang tidak teller dipaksa oleh Ar untuk melayaninya.
“Saya diperkosa selama dua hari itu,” ungkap Imah.