Kesehatan

Setelah Diperiksa, Siswa SD Alami ISPA dan Radang Tenggorokan

alami gangguan saluran pernapasan atas (ISPA) dan radang tenggorokan

Setelah Diperiksa, Siswa SD Alami ISPA dan Radang Tenggorokan
tribunnewsbatam/ istimewa
Siswa SD di Imunisasi
Laporan Tribunnews  Batam Abd Rahman

LINGGA, TRIBUN - Siswa SDN 002 Singkep Barat yang mengalami demam massal dalam beberapa lalu langsung mendapatkan penanganan dari tim medis Dinas Kesehatan kabupaten Lingga. Dari diagnosa, mereka mengalami gangguan saluran pernapasan atas (ISPA) dan radang tenggorokan.

Dokter keluarga yang bertugas di desa Kuala Raya kecamatan Singkep Barat, dr Yoga, mengatakan, demam siswa tidak sampai pada batas demam dengan suhu 38,5 drajat dan tidak perlu mendapatkan perawatan inap. Seluruh siswa yang diperika, hanya tiga orang saja yang mengalami demam tersebut.

"Saya sudah periksa kadar demam mereka dengan temometer rata-rata panasnya 37,5 drajat. Hanya tiga orang yang panasnya mencapau 38,5 drajat," katanya ketika dihubungi Tribun, Rabu (2/5). Ia pun telah memberikan obat peredam panas kepada msing-masing siswa agar panasnya cepat mereda.

Dokter yang masa tugsnya berakhir kemarin itu juga telah memeberikan pengertian kepada orang tua murid beserta kepala sekolah bahwa anak-anak tersebut hanya mengalami dem biasa yang disebabkan oleh perubahan iklam atau cuaca. Karena itu, tidak perlu panik atas peristiwa tersebut.

Kepala Puskesmas Kuala Raya, dr Bukit juga mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel darah dari siswa-siswa itu untuk memastikan demam. Dari hasil pengetesan darah untuk penyakit malaria, mereka dinyatakan negatif. Hal itu dilakukan untuk meyakinkan bahwa demam tersebut bukanlah demam akibat penyakit malaria ataupun demam berdarah.

"Semalam juga dilakukan pemeriksaan darah untuk malaria dan hasilnya negatif. Penyebabnya karena perubahan iklim atau cuaca," kata dr Bukit kepada Tribun. Tim kesehatan, tambahnya, sudah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh siswa yang mengalami demam.

Kepala desa Kuala Raya, Suryadi Hamzah, juga menyampakan, orang tua siswa mengaku senang dengan tindakan cepat dari tim medis Puskesmas Raya, Singkep Barat yang telah tanggap sehingga mereka tidak merasa khawatir dengan demam yang dialami anak-anak. Ia pun mengaku sudah lega bahwa demam itu bukanlah malaria atau DBD, sehingga siswa yang akan melaksanakan ujian nasional nanti tidak perlu khawatir.

"Alhamdulillah sudah dilakukan pengobatan sacara cepat oleh Diskes Lingga melalui Puskesmas Raya Singkep Barat. Anak-anak sudah mendapatkan pemeriksaan dan obat yang diperlukan," ujarnya menambahkan.

Galakkan Gotong Royong
Kepala Puskesmas Kuala Raya, kecataman Singkep Barat, dr Bukit mengimbau agar warga menjaga kebersihan lingkungan rumah maupun lingkungan sekitarnya. Hal itu diperlukan untuk mencegah timbulnya penyakit.

"Kita semua perlu meningkatkan kegiatan gotong royong, baik di lingkungan rumah kita dan juga sekitar. Karena lingkungan yang bersih dan sehat menciptakan suasana kesehatan yang baik pula. Lebih baih mencegah daripada mengobati," imbaunya. Selain itu, warga juga perlu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Apabila ada keluarga yang sakit, Bukit menyarankan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti Postu, Polindes, Puskemas, maupun Rumah Sakit.

Di pusat kesehatan tersebut, pemerintah Lingga juga menggratiskan biaya pengobatan bagi masyarakat pemegang Jamkesmas maupun JKT. (arm)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved