Seleb

De Patros Café dan Tribun Batam Gelar Jadul Presents

De Patros Café dan Tribun Batam Gelar Jadul Presents


Laporan Tribunnewsbatam, Candra P. Pusponegoro

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Menikmati masa tua dengan badan sehat dan rasa bahagia menjadi harapan setiap manusia. Terlebih jika nostalgianya dilakukan bersama-sama dengan rekanan seangkatan dan diberikan suguhan musik jaman dulu. Tentunya semarak hidup akan menjadi lebih indah dan bergairah.

Tiga tahun De Patros Café hadir di kawasan wisata Harbour Bay Jodoh Batam. Penikmat makanan, minuman, dan musik tidak akan melewatkan waktunya untuk bersantai di sini. Di tambah dengan lokasinya yang tenang menjadikan tempat ini menjadi salah satu destinasi yang cukup mengesankan.

Pada bagian belakang bangunan gedung cafe, terhampar luas pantai yang indah mempesona. Lalulintas kapal angkutan manusia dan barang sibuk mengarungi lautan yang luas itu. Pengunjung bisa menyaksikan keindahan di sekitar lokasi. Tempat ini sangat luas dan bisa menampung lebih dari 400 orang.

Di sini terdapat panggung ukuran panjang dan 5 x 5 meter. Tingginya sekitar 1 meter. Biasanya pemusik manggung dengan alat-alat musik akuistik. Tidak beratapkan seng atau genting, kursi dan meja terhampar di bawah langit. Sehingga mata pengunjung bisa dengan bebas memandang ke arah mana saja.

Bagus Permadi, Manajer Promosi Tribun Batam penggagas konser musik jaman dulu mengatakan, sajian musik jaman sekarang sudah biasa. Namun untuk musik jadul ini luar biasa. Alasannya mereka tidak hanya berkutat kepada musiknya saja, melainkan pada performa juga dihadirkan dalam sajian konser itu.

Misalnya pakaian, sepatu, topi, dan asesoris lainnya. Dikatakan Bagus, konser jadul ini memang diprioritaskan untuk para eksekutif jaman dulu (tua). Namun demikian bukan berarti kalangan muda tidak bisa mengikuti sajian spekatkuler ini. Kalangan muda tetap bisa menikmati kemeriahan konser pada waktunya nanti.

“Konser musik jadul ini dipersembahkan untuk mereka eksekutif tua. Artinya mereka yang berkeinginan menikmati masa-masa mudanya dulu bisa mengikuti perjamuan ini,” ujar Bagus Permadi, disela-sela persiapan koser jadul di lokasi De Patros Café, Jumat (1/6) kemarin.

Konser jadul yang dijadwalkan Jumat 8 Juni 2012 pukul 20.00 hingga 23.00 WIB, para peserta akan mengenakan busana yang relevan pada masanya dulu. Seperti mengenakan long dress, celana cutbray (celana yang melebar dari lutut ke bawah), topi, jas kuno, pernak-pernik, atau produk-produk istimewa di jaman dulu.

“Konser ini menjadi sarana mempererat silaturahmi. Artinya kostum yang dikenakan peserta nanti sesuai dengan masa dulu,” ujar Bagus.

Terpisah Niniek Syamsuryati dari K-Music Entertainment Jakarta, salah satu peserta musik jadul mengaku senang dengan sajian seperti ini. Selain bisa mengenang masa lalu, hadirnya konser jadul ini akan memberikan hal yang lebih berarti. Selain itu bisa memberikan gambaran musik tempo dulu kepada masyarakat sekarang ini.

Menurutnya, musik jadul menjadi sebuah ikon dan life style yang sampai saat ini diikuti kawula muda. Seperti yang dilakukan grup musik The Changcuters asal Bandung Jawa Barat yang kini cukup popular di tanah air. Penampilan mereka itu, kata Niniek, merupakan refleksi pemusik pada tahun 1960-an.

“Insya Allah nanti saya akan mengenakan busana jadul lengkap dengan asesorisnya. Mudah-mudahan bisa menyanyi lagu jadul juga,” ujar Niniek Syamsuryati saat dihubungi melalui telepon selulernya. (tia)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved