Liem Sioe Liong Meninggal
18 Juni, Pemakaman Liem Sioe Liong Dilakukan
Anak keempat Liem Sioe Liong, Mira Salim memastikan jenazah ayahnya akan dikebumikan pada 18 Juni, atau diundur sehari dari rencana awal.
TRIBUNNEWSBATAM, SINGAPURA - Sepuluh hari sebelum meninggal, Liem Sioe Liong (96) menjalani perawatan intensif di rumah sakit Raffles Singapura. Selama itu pula keluarga besarnya menunggui silih berganti.
"Meski beliau tidak bisa melihat lagi, namun masih mengenal suara anak, cucu hingga buyut dan keluarga besar Salim. Karena penghiburan itu pula yang membuat Bapak bertahan selama sepuluh hari," ungkap Fransiskus Welirang, sebagai juru bicara keluarga dalam press conference di rumah duka Mount Vernon Parlour 1, Singapura, Selasa (12/6) sore waktu setempat.
Pria yang akrab disapa Franky ini mengisahkan, sejak perayaan ulang tahunnya yang ke-90, Liem Sie Liong sudah terdeteksi mengidap penyakit glaukoma. Sejak 2009 penyakit tersebut mulai mengerogoti matanya sehingga Om Liem tidak bisa melihat.
"Sejak itu beliau selalu dituntun apabila berjalan," ujarnya.
Dikatakan Franky, mertuanya meninggal pada 10 Juni, tepatnya pukul 15.08 waktu Singapura. Penyebab kematiannya karena usia yang memang sudah uzur.
" Beliau meninggal karena sakit tua, bukan karena penyakit tertentu. Seluruh keluarga besar menemani beliau hingga saat-saat terakhir," tegasnya.
Tentang keseharian pengusaha yang pernah menjadi orang terkaya di Indonesia itu sebelum berpulang, dikatakan Franky, meskipun di negeri orang, Liem terus menanyakan kabar Indonesia.
"Beliau selalu menanyakan kabar dan mengikuti perkembangan di Indonesia. Bahkan, sempat mengutarakan keinginannya untuk kembali ke Indonesia. Liem juga sempat beberapa kali pulang ke Jakarta menjenguk rumahnya," katanya.
Anak keempat Liem Sioe Liong, Mira Salim memastikan jenazah ayahnya akan dikebumikan pada 18 Juni, atau diundur sehari dari rencana awal. Pengunduran waktu itu semata-mata atas permintaan keluarga dan saran dari para bhiksu dari Thailand.
"Tidak ada permintaan khusus dari Bapak soal pemakaman. Pertimbangan utama adalah, ibu ada di sini. Ibu ingin lebih dekat," kata dia.
Mira yang juga istri Franky itu, memastikan ayahnya akan dikuburkan di Singapura, bukan dikremasi, "Akan dikubur, bukan dikremasi," kata Mira.
Menurut rencana, jenazah akan dibawa keluar dari rumah duka pada pukul 12.00 siang, dan akan dimakamkan di Chuo Chu Kang Chinese Cemetry pada pukul 14.00 siang. Tak ada prosesi luar biasa yang akan digelar, tetapi hanya upacara pemakaman biasa.
Almarhum Liem Sioe Liong meninggalkan 4 anak, 14 cucu dan enam buyut. "Kami sekeluarga adalah warisan Bapak yang paling berharga. Tak ada satu perbedaan kasih sayang yang diberikan. Kami Semuanya sama," ujar Mira dan Franky.
Franky juga menegaskan bahwa bisnis Salim Grup dan usaha lainnya tetap berjalan normal paskameninggalnya Om Liem. Namun ia enggan menjelaskan lebih detil mengenai bisnis keluarga yang dimaksud.