Lingga
Bandara Dabo akan Diperpanjang Demi Pendaratan Pesawat Besar
Bandara Dabo akan Diperpanjang Demi Pendaratan Pesawat Besar
"Dengan kondisi yang ada, landasan baru standar untuk Fokker 27. Karena itu, kami mengusulkan untuk perpanjangan runway hingga 1400 meter. Mungkin pembangunannya bertahap," kata Kepala Bandara Singkep, Dodi Dharma Cahyadi, kepada Tribun, Senin (2/7). Ia mengaku telah menyampaikan usulan tersebut Dirjen Transportasi Udara di Kementrian Perhubungan.
Adapun rencana tahapan pembangunan dimulai dengan tambahan runway menjadi 1300 meter. Dengan panjang tersebut, kata Dodi, maka pesawat jenis Fokker 50 bisa mendarat dengan aman. Saat ini, banyak maskapai yang menggunakan pesawat tipe itu sehingga kemungkinan akan banyak maskapai yang akan melayani rute ke Singkep. Satu-satunya perusahaan yang melayani rute Batam-Singkep, Sky Aviation, menggunakan pesawat tipe ini. Pesawat ini melayani masyarakat pada hari Jumat dan Senin.
Apabila nanti runway telah bertambah menjadi 1400 meter, maka pesawat jenis ATR 72 dan MA 60 juga bisa masuk ke bandara Dabo dengan aman. Dua tipe pesawat itu banyak dipakai oleh perusahaan yang mengejar rute pendek antar pulau seperti milik maskapai Wings Air dan Merpati.
"Dengan terbukanya akses transportasi udaranya, diharapkan nanti membantu masyarakat, khususnya para pelaku bisnis yang memiliki jam terbang tinggi. Namun ini semua butuh peran serta masyarakat di sini karena pembangunan ini sebenarnya ditujukan juga untuk masyarakat Lingga," katanya lagi.
Sejauh ini, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten Lingga untuk keperluan tersebut. Dalam waktu dekat, rencanya tim dari Dirjen perhubungan Udara akan melakukan peninjauan lapangan. "Setelah runway selesai, nanti secara bertahap terminal juga akan dibenahi," katanya lagi.