Investasi
BPMPD Kepri Gelar Seminar Investasi Dengan Undang 10 Negara
Industri Galangan Kapal Paling Diminati
Laporan Novyana Handayani Wartawan Tribunnews Batam
TANJUNGPINANG,TRIBUN- Lebih dari 10 negara ikut
berpartisipasi pada seminar investasi yang digelar Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah
(BPMPD) Kepulauan Riau di Jakarta. Industri galangan kapal, masih menjadi
prospek menarik bagi para penanam modal.
“Ada beberapa negara Eropa ikut serta, seperti Inggris dan
Slovakia, juga Uni Emirat Arab, Tunisia, Taiwan dan Hongkong. Sebagian besar
dihadiri langsung oleh duta besar mereka, tapi ada juga yang dengan perwakilan,”
sebut Rudy Chua, yang bertindak sebagai moderator, Selasa (17/7).
Batam, Bintan dan Karimun masih menjadi magnet menarik bagi
para investor di negara-negara tersebut. Terutama industri galangan kapal yang
tak hanya diminati oleh negara-negara Eropa, tapi juga Cina dan Hongkong.
Dua negara terakhir
juga terlihat membidik industri garmen. Memang kedekatan Kepri dengan Singapura,
menjadi alasan khusus bagi Taiwan dan Hongkong untuk membidik daerah ini
sebagai daerah investasi.
”Mereka menyasar
Kepri karena dekat dengan Singapura, yang mereka nilai menjadi pintu masuk
pasar Asia Tenggara,” sebut Rudy. Kekuatan Indonesia di bidang ekonomi,
ditambah murahnya biaya buruh menjadi keuntungan tersendiri.
Hanya saja, para
duta besar dan perwakilan masih menanyakan demo buruh yang beberapa waktu lalu
sempat terjadi di Batam. Perijinan juga menjadi perhatian khusus bagi mereka.
Seminar investasi
tersebut, digelar di Hotel Mercure mulai pukul 09.00 hingga 13.00. Hadir
sejumlah narasumber yaitu Aloysia Endang Wahyuningsih, MBA selaku Direktur
Fasilitasi BKPM.
Juga hadir Kepala
BPMPD Kepri, Jon Arizal, Mardhiah dari BP Bintan, Dwi Joko dari Otorita Batam,
Oka Simatupang dari Apindo, Rajaguguk dari kadin, serta Edi Marta dari BRC
Lagoi. Pariwisata di Lagoi, juga masih menjadi daya tarik tersendiri.(opi)