Kampung Seraya Terbakar

Cekcok Suami Istri Hanguskan Rumah Sekampung

Gara-gara pasangan suami istri cekcok bisa menghanguskan rumah sekampung.

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Gara-gara pasangan suami istri cekcok bisa menghanguskan rumah sekampung. Hal itulah yang sekarang sedang diselidiki oleh Kapolsek Batuampar Kompol Zainal Arifin terkait ludesnya sekitar 60 rumah warga di Kampung Seraya RT 02 RW 02, Kecamatan Batuampar hari Selasa (21/8) pagi.

Hingga kini belum ada kepastian penyebab kebakaran yang menghanguskan 60 rumah, dan 1 bocah perempuan bernama Stela (9) anak Ros meninggal dalam musibah tersebut.  Saksi mata mengatakan, sebelum terjadi kebakaran pagi itu, ada pasangan suami istri yaitu Geri Bin Kasan seorang WNA Singapura bertengkar dengan Liawati istrinya.

Saat itu Geri dalam kondisi mabuk. Setelah bertengkar hebat kemudian Geri pulang ke rumahnya di Kampung Seraya itu, tetapi istrinya tidak ikut pulang. Tidak diceritakan apa alasan Liawati tak ikut pulang bersama Geri suaminya.

Sampai di rumah, tiba tiba Geri membakar rumahnya yang sehari-hari ditempati oleh istrinya tersebut. Karena rumah itu semi permanen berbahan kayu maka api cepat membesar. Deretan rumah padat di Kampung Seraya itu dengan cepat tersambar oleh api karena Selasa pagi memang ada angin kencang.

Dalam waktu sekejap, terhitung mulai pukul 07.30 hingga 08.00 sekitar 60 rumah di Jalan Muara Takus, Kampung Seraya sudah hangus terbakar tinggal puing-puing saja. Puluhan mobil pemadam kebakaran dari Mc Dermott, Pemko Batam serta Otorita Batam berhasil memadamkan api setelah puluhan rumah hangus. Maklum akses jalan ke tempat ini tak bisa dilewati mobil pemadam karena posisinya di tebing antara Perumahan Pertamina dengan Kampung Seraya.

Lokasi perkampungan ini bisa dibilang diapit oleh pertokoan dan komplek perumahan Pertamina yang berada di Jalan Muara Takus. Kebanyakan bangunan menggunakan kayu, ada lantai satu maupun dua yang digunakan untuk kos-kosan. Lokasinya strategis karena hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari Jodoh dan Nagoya, pusat bisnis lama di Batam. Beberapa tahun lalu, juga pernah terjadi kebakaran di tempat ini. Gang yang menghubungkan ke rumah rumah hanya selebar kira kira 1,5 meter cukup untuk kendaraan roda dua berpapasan tetapi tak bisa dilewati mobil. Banyak warga yang tinggal atau kos di tempat ini bekerja di perniagaan di Jodoh maupun Nagoya.

Kini rumah rumah di tempat itu tinggal puing. Pada saat kejadian, sebagian besar warga sedang tak ada di rumah karena mudik Lebaran, dan sebagian lagi pergi ke pasar yang berjarak sekira 1 kilometer. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 2 miliar. Pemko Batam mengimbau masyarakat untuk membantu meringankan penderitaan para warga yang kehilangan tempat tinggal dan hartanya. Sedangkan DPRD Batam mendesak kepolisian menindak tegas jika memang Geri warga negara Singapura adalah pelakunya. Hingga berita ini diturunkan, sekitar 200 warga berada di tenda penampungan korban kebakaran. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved