PT Austin Sebulan Produksi 25 Dump Truck

PT Austin Engineering Indonesia asal Australia membuka pabrik di Batam dengan nilai investasi 17 juta dolar AS.

Laporan Tribunnews Batam, Rio Bara

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM-  Sebagai daerah Free Trade Zone (FTZ) Kota Batam masih memiliki daya tarik bagi investor asing. Terbukti PT Austin Engineering Indonesia asal Australia membuka pabrik di Batam dengan nilai investasi 17 juta dolar AS. Pabrik ini menjadi supply terbesar untuk  Dump Truck, Excavator, Loader dan Face Shovel bagi sektor pertambangan dunia.  

Hal ini disampaikan Andrew Whalen, Director Operation of  PT. Austin Engineering Indonesia dalam sambutan  di hadapan tamu undangan dalam acara Grand Opening PT Austin Engineering Indonesia, Senin (3/9). Ia mengatakan,  perusahaannya yang juga punya pabrik di Amerika, Chile dan Australia kemudian buka pabrik di Batam karena adanya FTZ. 

"Ya FTZ membuat iklim investasi di Batam efektif dan kompetitif. Dengan itu kami yakin perusahaan akan terus bertumbuh dan menembus pasar internasional seperti di Asia, Afrika dan Australia,” kata Andrew Whalen kepada Tribun.

Hal senada diungkapkan Endah Emilia Bayhaki, General Office Manager, PT Austin Engineering Indonesia. Wanita ini mengatakan, sebelum memutuskan berinvestasi, perusahaan  melakukan  survey ke  negara Cina, Malaysia, Batam dan Vietnam.  "Ternyata dari empat negara tersebut  Batam menjadi pilihan, mengingat sebagai daerah FTZ dan kedekatan dengan Singapura,” tuturnya.

Untuk tahap awal, PT Austin Engineering Indonesia sudah berinvestasi sebesar 5 juta dollar AS. Untuk ekspansi dan pembangunan pabrik ditambahkan lagi 12 juta dollar AS. Total investasi yang ditanamkan di Batam sebesar  17 Juta dolar AS.
 
PT. Austin Engineering Indonesia berlokasi di kawasan industrial terpadu Kabil, dibangun di atas lahan seluas 3,54 hektar untuk menampung pembuatan alat pertambangan seperti Dump Truck, Excavator, Loader dan Face Shovel. 

Endah melanjutkan untuk pembuatan peralatan tambang seperti Dump Truck dilakukan di Batam oleh tenaga pekerja Batam yang direkrut sebanyak 250 orang.  "Dalam satu bulan kami dapat membuat 20 hingga 25 Dump Truck untuk tipe 100 dengan berat 50 ton dan tipe 220 dengan berat 100 ton,” terangnya.
 
Untuk bahan baku diambil langsung dari Swedia, namun proses pembuatan hingga selesai dilakukan di Batam. Untuk waktu pengerjaan dapat memakan waktu 40 hingga 45 hari, namun perusahaan teknik ini mampu menciptakan rekor  dalam waktu 30 hari.
 
“Tahap awal 100 unit body dump truk akan dikirimkan ke pertambangan di Kalimantan. Untuk selanjutnya kami mengeskpor ke Mongolia. Ke depan kami akan membuat Wate Tank. Mudah-mudahan segera segera terealisasi,” jelasnya.

Gubernur Kepulauan Riau, H Muhamad Sani dalam sambutannya mengatakan,  FTZ  di kota Batam sudah terbukti mampu menyedot investor luar negeri untuk berivestasi.  "Butuh keberanian  luar biasa untuk berinvetasi di Kepri. PT Austin Engineering Indonesia menjawab tantangan tersebut. Saya harap inventasi ini akan menguntungkan Batam sebagai daerah industri. Kami akan terus berkomitmen untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan menyediakan fasilitas terbaik,"  tutupnya.(*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved