Jiran
Ratusan Tentara Di Pecat
Pemerintah Afghanistan memecat ratusan tentaranya, menyusul hasil investigasi dari insiden penembakan tentara NATO
"Setelah kami melakukan penyelidikan, ratusan tentara ditahan dan dipecat dari militer karena diduga terlibat dalam insiden serangan orang dalam," kata Jenderal Zahir Azimi, juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan, seperti dikutip dari CNN, Kamis (6/9/2012).
Menurutnya dalam melakukan penyelidikan, pihaknya bekerjasama dengan pasukan koalisi NATO di Afghanistan. "Ini merupakan keprihatinan besar Presiden Afghanistan dan Departemen Pertahanan Afghanistan," ujarnya.
Sebelumnya, NATO memutuskan untuk menunda pelatihan anggota polisi Afghanistan yang mereka rekrut, lantaran insiden pembunuhan tentara NATO oleh milisi Taliban yang menyusup ke dalam tentara Afghanistan.
Tercatat hingga pertengahan tahun ini, sudah 45 tentara NATO tewas ditembak oleh milisi Taliban yang menyamar sebagai tentara Afghanistan.
Menurut Juru Bicara NATO, Kolonel Thomas Collins, kebijakan itu diambil, untuk memberi waktu kepada pihak berwenang memeriksa latar belakang para anggota polisi Afghanistan.
"Latar belakang anggota polisi yang sudah direkrut akan diselidiki secara seksama," ujarnya seperti dikutip dari Upi.com, Senin (3/8/2012).
Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, menyatakan mendukung keputusan NATO tersebut. Menurut Juru Bicara Kemendagri Afghanistan, Sediq Seddiqi, pihaknya akan membantu NATO mengidentifikasi milisi Taliban yang disusupkan ke dalam tentara Afghanistan.
Selain itu, Pemerintah Afghanistan sepakat, untuk tidak menjual segala atribut seragam polisi dan tentara Afghanistan ke pihak luar. (cnn)