Sabtu, 16 Mei 2026

Investasi

Kandungan Bauksit Lingga Melimpah, Baru Dua Juta Ton yang Diambil

Kandungan Bauksit Lingga Melimpah, Baru Dua Juta Ton yang Diambil

Tayang:

Laporan TribunnewsBatam, Abd Rahman Mawazi

LINGGA, TRIBUN – Setelah masa kejayaan timah sejak seabad lalu, kini Lingga menjadi daerah potensial untuk penambangan bauksit. Diperkirakan kandungan bauksit di bumi Lingga mencapai puluhan juta ton dan saat ini baru terambil sekitar dua juta ton lebih oleh beberapa perusahaan penambangan yang ada.
 
“Pak Suryono (PT TBJ) saja sekitar 80 jutaan. Lebih besar dari 80 jutaan. Angka pasti tak bisa saya pastikan.  Perkiraan gak bisa,” ujar Dasrul Azwir, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi kabupaten Lingga beberapa waktu lalu.
 
Saat ini, kata Azwir, ada enam perusahaan yang melakukan eksplorasi bauksit di Lingga. Sejak beroperasi perusahaan penambangan tersebut, ada sekitar dua hingga tiga juta ton bauksit yang telah diambil. Sebab itu, katanya, pemerintah sangat mendukung rencana PT Sinar Bahagia Grup untuk pembangunan perusahaan beleburan biji bauksit atau smelter. Kandungan bauksit yang melimpah inilah yang membuat PT Sinar Bahagia Grup ingin membangun smelter di Lingga.
 
Dalam sosialisasi rencana pembangunan Smelter, Direktur PT Sinar Bahagia Grup, Suryono, pihaknya akan segera melakukan aktivitas penambangan kembali setelah terhenti beberapa bulan lalu. PT Telaga Bintan Jaya, anak perusahaan PT Sinar Bahagia yang mendapatkan izin tambang bauksit di Singkep menghentikan aktivitas tambang sejak ada peraturan dari pemerintah yang melarang mengekspor biji bauksit mentah. 
 
“Distop pemerintah sekitar empat bulan, kita sendiri baru stop sekitar empat bulan. Jadi bulan ini sudah melai lanjut lagi,” kata Suryono ketika ditemui usai sosialisasi rencana pembangunan smelter beberapa waktu lalu.
 
Selama proses penghentian kerja tersebut, ia mengakui ada beberapa karyawannya yang memilih berhenti bekerja dari sekitar 500 karyawan. Namun, hal itu tidak menjadi kendala berarti dan saat ini siap untuk menlanjutkan operasi. Suryono enggan menceritakan nilai kerugian dari terhentinya ekspor bauksit sejak peraturan pemerintah berlaku.
 
“Gak usah cetitalah kalau masalah kerugian. Tentu banyak kendala-kendala, satu kepercayaan menjadi hilang,” katanya. Meski demikian, Suryono menyebut upaya pemerintah pemerintah mewajibkan adanya smelter di Indonesia ini juga bagus karena bisa meningkatkan pendapatan negara. Ia pun berharap agar pemerintah bisa menata kembali dengan lebih baik sehingga negara memiliki nilai tambah. (arm)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved