Breaking News:

Investasi

Investor Incar Pulau Karimun Anak, Jadi Lokasi Sektor Jasa

Nurdin Isyaratkan Beri Kompensasi Nelayan

Editor:
Laporan Tribunnews Batam, Rachta Yahya

TRIBUNNEWSBATAM, KARIMUN - Kabupaten Karimun terus menjadi perhatian pelaku-pelaku investasi berkantong tebal. Kali ini investor mengincar pulau Karimun Anak sebagai tempat menanamkan investasi mereka. Tidak tanggung-tanggung, nilai investasi yang siap dikucurkan berada di angka triliunan rupiah.

Bupati Karimun, Nurdin Basirun membenarkan kabar gembira tersebut. Hanya saja, Nurdin masih terlihat malu-malu membeberkan nama-nama investor yang berencana berinvestasi di pulau Karimun Anak tersebut.

Nurdin hanya menyebutkan pulau Karimun Anak diincar oleh beberapa investor dalam dan luar negeri.

"Benar tapi siapa mereka, nanti saja, tak etis nanti jadi beban bagi mereka. Yang jelas, bukan satu pengusaha saja tapi ada beberapa dengan nilai investasi triliunan rupiah. Rencananya untuk investasi di sektor jasa," ujar Nurdin, Senin (8/10).

Nurdin juga mengatakan pihaknya menawarkan satu pulau penuh tapi tampaknya para investor tersebut lebih memilih melakukan reklamasi di sekitar bibir pantai.

Nurdin mengaku sah-sah saja dengan keinginan investor tersebut mengingat tidak akan sampai mengganggu pulau Karimun Anak secara keseluruhan.

"Satu pulau oke, separuh juga oke tapi tampaknya mereka lebih suka lakukan reklamasi, kenapa, hanya mereka lah yang tahu secara ekonomisnya," kata Nurdin.

Jika reklamasi terjadi, Nurdin memperkirakan para  pengusaha tersebut akan menggunakan pasir dalam laut. Nurdin mengaku hal tersebut tak menjadi masalah, malah akan sangat membantu dari pada sektor pendalaman alur di sekitar pulau Karimun Anak dengan sendirinya.

Nurdin juga mengupayakan memberikan pengertian kepada masyarakat terutama nelayan yang menjadikan perairan pulau Karimun Anak sebagai lokasi penangkapan ikan mereka.

Dengan catatan, ada pendataan resmi berapa jumlah sebenarnya masyarakat nelayan yang menggantungkan hidupnya di perairan pulau Karimun Anak tersebut.

"Masalah kompensasi itu sudah menjadi budaya bangsa kita ya. Untuk pembangunan memang dibutuhkan pengorbanan," tutup Nurdin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved