Breaking News:

Citizen Journalism

Jadi 100 Wanita Tebaik di Dunia

Catatan Perjalanan "The International Alliance For Women" (1)

Jadi 100 Wanita Tebaik di Dunia - 189095_3541175862707_1237057581_n.jpg
Tribun Batam/ Istimewa
Foto-Foto Lusia Efriani Kiroyan di Washington
Jadi 100 Wanita Tebaik di Dunia - 564787_3524430444082_1360926042_n.jpg
Tribun Batam/ Istimewa

Kami berdua termasuk orang yang beruntung karena mendapatkan visa yang berlaku selama lima tahun dan kami masuk AS begitu mudahnya. Akibat penerbangan yang cukup lama dan perubahan waktu antara Indonesia dan Amerika, membuat saya mengalami jet lag. Saya dihinggapi rasa pusing yang luar biasa begitu mendarat.

Ditambah saya termasuk orang yang tidak bisa diam begitu sampai Amerika, saya terus langsung mengikuti program sehingga saya mengalami kelelahan yang luar biasa.  

Saya dan Fitri dijemput oleh Pak Irawan Nugroho. Beliau adalah salah satu penerjemah dari pihak US Department State yang bersedia membantu kami selama kami di sana. Begitu sampai di  Washington DC, 14 Oktober 2012, kami diberi kesempatan mengikuti city tour bersama teman-teman dari 15 negara lain.

Rute perjalanan satu hari ini adalah tempat-tempat penting dan bersejarah Amerika Serikat: "White House",  Gedung Kapitol, Martin Luther King, JR Memorial, Lincoln Memorial and Monumen Nasional Washington  DC. Juga sempat melihat Pentagon, gedung pertahanan dan keamanan Amerika.

Untuk kedua kalinya saya bisa mengunjungi White House, saya dan Fitri bertemu dengan orang Indonesia yang sedang training di sana, dan juga dua orang lagi dari Timor Leste.

Saya jadi ingat "kegilaan" saya setahun yang lalu. Saya menginap di Club Quarter Hotel yang jaraknya sekitar dua blok saja dari istana Barack Obama ini. Pulang mengikuti program belajar, sesampai di hotel saya langsung mengganti high heels dengan sandal jepit dan saya berjalan-jalan mengelilingi White House. Hal ini hampir saya lakukan setiap hari.
Banyak gedung-gedung penting di sekitar White House yang biasanya hanya bisa saya lihat di televisi saja.

Di seberang White House ada gedung Kamar Dagang AS yang di puncaknya, selalu dipenuhi kamera wartawan untuk menyoroti aktivitas Gedung Putih ini. Dalam hati saya, sungguh tidak enaknya jadi Presiden Amerika yang selalu diawasi oleh wartawan seluruh aktivitasnya.  

Selain itu ada Kantor Pusat Bank of America, Gedung Kementrian Keuangan, museum seni dan masih banyak lagi. Kita bisa menikmatinya semua secara gratis dan berjalan kaki. Washington DC adalah surga  bagi pejalan kaki. Kota ini sangat nyaman dan penduduknya ramah-ramah. Walaupun tidak kenal, mereka selalu menyapa lebih dulu jika melihat kita.

Ternyata benar yang ditulis dalam film-film "Holywood" bahwa Amerika adalah negeri Impian. Apapun bisa anda raih di sini asal anda mau belajar dan bekerja keras. Tidak ada istilah bibit, bobot dan bebet di negeri ini. Siapa yang mau belajar dan bekerja keras, dialah yang akan berhasil.

Saya sempat juga berdiri di tempat Martin Luther King menyampaikan pidato dan mengucapkan kata-kata yang paling terkenal "I have a dream" di Lincoln Memorial. Di Negara ini, sejak kecil anak-anak Amerika sudah dididik untuk berani bermimpi di sekolah-sekolah dasar. Anak-anak sudah bisa membuat "vision board", yaitu sebuah papan yang berisi gambar-gambar mimpi mereka. Mulai dari gambar mobil yang mereka impikan, rumah, profesi, bahkan gambar pasangan hidup.

Halaman
123
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved